Bagi banyak pria, volume cairan semen (ejakulat) sering menjadi perhatian utama terkait kesuburan dan vitalitas seksual. Meskipun volume tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas sperma (jumlah sel sperma), volume yang optimal seringkali diasosiasikan dengan kesehatan reproduksi yang baik. Volume normal cairan sperma bervariasi, namun umumnya berkisar antara 1,5 hingga 5 mililiter per ejakulasi. Jika Anda merasa volume yang dikeluarkan terlalu sedikit, ada beberapa perubahan gaya hidup dan pola makan yang bisa Anda terapkan.
Fokus pada peningkatan kesehatan keseluruhan untuk volume sperma yang lebih baik.
Cairan sperma sebagian besar terdiri dari air. Dehidrasi ringan sekalipun dapat secara signifikan mengurangi volume ejakulasi Anda. Untuk memastikan tubuh memiliki cukup cairan untuk memproduksi volume yang baik, pastikan Anda mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup sepanjang hari. Targetkan setidaknya 8 gelas besar air (sekitar 2 liter), atau lebih jika Anda aktif secara fisik atau tinggal di iklim panas.
Beberapa nutrisi terbukti mendukung kesehatan reproduksi pria, yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi volume dan kualitas. Konsumsi makanan kaya nutrisi berikut:
Volume sperma dipengaruhi oleh seberapa sering Anda berejakulasi. Jika Anda berejakulasi terlalu sering (misalnya, beberapa kali dalam sehari), tubuh mungkin tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengisi kembali cairan semen, sehingga volume per ejakulasi akan menurun.
Untuk melihat peningkatan volume yang signifikan, coba beri jeda waktu setidaknya 2 hingga 3 hari antara ejakulasi. Masa jeda ini memungkinkan kelenjar aksesori (seperti kelenjar prostat) untuk memproduksi dan mengakumulasi lebih banyak cairan seminalis.
Kelebihan berat badan atau obesitas dapat memengaruhi kadar hormon reproduksi, termasuk testosteron, yang penting untuk produksi cairan sperma. Menjaga Indeks Massa Tubuh (IMT) yang sehat sangat dianjurkan.
Selain itu, hindari hal-hal yang diketahui merusak kesuburan:
Meskipun perubahan gaya hidup dapat memberikan hasil yang baik dalam beberapa minggu atau bulan, penting untuk diingat bahwa volume yang rendah secara konsisten bisa menjadi indikasi masalah kesehatan yang lebih mendasar, seperti masalah pada kelenjar prostat atau vas deferens.
Jika setelah melakukan perubahan gaya hidup selama beberapa bulan Anda tidak melihat adanya peningkatan, atau jika Anda mengalami nyeri saat ejakulasi, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan urolog. Dokter dapat melakukan analisis sperma untuk memastikan tidak ada masalah medis yang memerlukan penanganan profesional.