Isu mengenai keluarnya cairan dari vagina saat atau setelah aktivitas seksual, seringkali disamakan dengan ejakulasi pada pria. Dalam terminologi populer, cairan ini kadang disebut sebagai "sperma perempuan" atau "orgasmic fluid." Namun, secara ilmiah, cairan yang dikeluarkan wanita saat mencapai puncak kenikmatan seksual (orgasme) memiliki komposisi dan fungsi yang berbeda dari air mani (semen) pria. Memahami cara mengeluarkan mani perempuan—atau lebih tepatnya, cairan orgasme perempuan—memerlukan pemahaman tentang anatomi dan fisiologi gairah seksual wanita.
Cairan yang dikeluarkan wanita saat orgasme umumnya dibagi menjadi dua jenis utama: Lubrikasi Vagina dan Squirt (atau Female Ejaculation). Pemahaman yang benar tentang ini penting untuk menghilangkan kesalahpahaman.
Penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua jenis cairan ini. Cairan ejakulasi wanita (squirt) memiliki konsentrasi yang lebih tinggi dari zat kimia yang ditemukan dalam urine, seperti urea dan kreatinin. Inilah sebabnya mengapa terkadang cairan ini bisa memiliki bau yang berbeda dari lubrikasi biasa, dan kadang kala disalahartikan sebagai urine. Namun, penting dicatat bahwa meskipun memiliki komponen yang mirip dengan urin, cairan ini bukanlah urine murni yang dikeluarkan tanpa disadari.
Cara "mengeluarkan" cairan ini secara signifikan sangat tergantung pada stimulasi yang tepat pada area sensitif, terutama klitoris dan G-spot (area yang diyakini merupakan bagian anterior dinding vagina yang kaya akan jaringan saraf dan kelenjar Skene).
Tidak semua wanita mengalami ejakulasi dalam jumlah besar, dan hal ini sepenuhnya normal. Intensitas orgasme, kondisi fisik, tingkat relaksasi, dan jenis stimulasi memainkan peran krusial.
Ada banyak mitos seputar topik ini. Berikut adalah beberapa klarifikasi:
"Cara mengeluarkan mani perempuan" adalah pertanyaan yang lebih baik dijawab dengan fokus pada eksplorasi gairah seksual dan mengetahui respons tubuh sendiri. Cairan yang dikeluarkan adalah manifestasi fisiologis dari orgasme yang mendalam, berasal dari berbagai kelenjar di sekitar uretra dan vagina. Dorong komunikasi terbuka dengan pasangan, dan fokus pada kenikmatan, bukan pada performa atau pengeluaran cairan. Eksplorasi diri dan pasangan adalah kunci untuk memahami apa yang memicu respons terbaik bagi tubuh Anda.