Menguras akuarium adalah bagian penting dari perawatan rutin untuk menjaga kesehatan ekosistem di dalamnya. Proses ini membantu menghilangkan limbah organik, mengurangi kadar nitrat, dan menyegarkan kualitas air. Banyak pemilik ikan baru yang merasa ragu atau bahkan takut untuk melakukan pengurasan, namun sebenarnya proses ini bisa dilakukan dengan mudah dan aman jika Anda mengetahui langkah-langkahnya.
Tujuan utama dari pengurasan akuarium bukanlah untuk mengganti seluruh airnya, melainkan untuk mengganti sebagian kecil air secara berkala. Mengganti terlalu banyak air sekaligus dapat menyebabkan stres pada ikan dan gangguan pada keseimbangan biologis akuarium Anda. Frekuensi pengurasan biasanya disesuaikan dengan ukuran akuarium, kepadatan populasi ikan, dan jenis filter yang digunakan, namun secara umum disarankan untuk melakukan pengurasan 10-25% dari total volume air setiap 1-2 minggu sekali.
Pastikan Anda sudah menyiapkan semua peralatan yang dibutuhkan. Nyalakan lampu akuarium agar Anda bisa melihat dengan jelas kondisi di dalamnya, tetapi matikan semua peralatan listrik yang terhubung ke akuarium seperti filter, pemanas, dan lampu (jika memang harus dimatikan, pastikan tidak terlalu lama).
Isi ember kedua dengan air bersih yang suhunya kira-kira sama dengan air di akuarium. Gunakan termometer untuk memastikannya. Kemudian, tambahkan kondisioner air sesuai dosis yang tertera pada kemasan. Aduk rata dan biarkan sebentar hingga semua zat berbahaya ternetralisir.
Masukkan ujung selang siphon yang lebih besar ke dalam akuarium. Pastikan ujung ini berada di bawah permukaan air. Ujung selang yang lain dimasukkan ke dalam ember penampung. Untuk memulai aliran siphon, Anda bisa menghisap udara dari ujung selang yang keluar dari ember secara manual (hati-hati jangan sampai tertelan) atau menggunakan pompa manual yang biasanya sudah terpasang pada selang siphon.
Saat air mulai mengalir, gerakkan ujung selang siphon di atas kerikil atau substrat dasar akuarium. Gerakkan perlahan hingga kotoran dan sisa makanan yang terperangkap di dalamnya tersedot ke dalam ember. Jangan terlalu lama memfokuskan siphon pada satu titik agar tidak mengganggu koloni bakteri baik yang ada di substrat.
Jika Anda memiliki akuarium dengan pasir sebagai substrat, lakukan gerakan siphon dengan lebih hati-hati agar pasir tidak ikut tersedot.
Terus siphon air hingga Anda mencapai perkiraan volume yang ingin diganti (misalnya 10-25% dari total volume akuarium). Anda bisa memperkirakan berdasarkan ukuran ember yang Anda gunakan atau jika ada tanda ukuran pada ember.
Setelah air lama berhasil dikeluarkan, lepaskan ujung selang dari ember penampung. Kemudian, ambil ember berisi air bersih yang sudah diberi kondisioner. Tuangkan air bersih secara perlahan ke dalam akuarium. Usahakan menuangkannya ke area yang tidak banyak terdapat ikan atau dekorasi untuk menghindari goncangan.
Jika ada dekorasi yang terlalu kotor, Anda bisa mengeluarkannya sebentar dan membersihkannya menggunakan sikat khusus akuarium di dalam ember berisi air bekas akuarium (jangan gunakan sabun!). Kaca akuarium juga bisa dibersihkan menggunakan alat pembersih kaca akuarium atau spons khusus.
Setelah semua proses selesai, nyalakan kembali filter, pemanas, dan peralatan listrik lainnya. Pastikan semua berfungsi dengan baik.
Jangan pernah menggunakan sabun atau deterjen untuk membersihkan akuarium atau peralatannya. Residu kimia dari sabun sangat beracun bagi ikan.
Perhatikan suhu air. Perbedaan suhu yang drastis bisa membuat ikan stres.
Jangan mengganti seluruh air akuarium kecuali dalam kondisi darurat yang sangat spesifik.
Lakukan pengurasan secara rutin. Konsistensi adalah kunci kesehatan akuarium jangka panjang.
Menguras akuarium adalah tugas yang sederhana namun krusial. Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat menjaga lingkungan akuarium tetap sehat, bersih, dan nyaman bagi penghuninya. Latihan secara berkala akan membuat Anda semakin mahir dalam melakukannya.