Infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan perkembangannya menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah isu kesehatan global yang memerlukan pemahaman mendalam, terutama mengenai gejala yang mungkin muncul pada pria. Penting untuk diingat bahwa gejala awal seringkali tidak spesifik atau bahkan tidak ada sama sekali, sehingga tes berkala menjadi kunci utama deteksi dini.
Perjalanan infeksi HIV umumnya dibagi menjadi beberapa tahapan. Pada pria, respons imun dan gejala bisa bervariasi, namun ada pola umum yang sering diamati.
Ini adalah fase awal ketika virus bereplikasi dengan cepat. Gejala biasanya muncul 2 hingga 4 minggu setelah terpapar virus. Sekitar 40% hingga 90% orang yang terinfeksi akan mengalami gejala yang mirip flu. Pada pria, ciri-ciri yang dapat muncul antara lain:
Gejala-gejala ini sering diabaikan karena menyerupai penyakit umum lainnya, sehingga banyak pria yang tidak segera mencari pengujian lebih lanjut.
Setelah fase akut, virus terus berkembang biak tetapi pada tingkat yang lebih rendah. Pria dalam tahap ini seringkali tidak menunjukkan gejala sama sekali (asimptomatik). Masa ini bisa berlangsung selama 10 tahun atau lebih. Meskipun tanpa gejala, virus tetap merusak sel CD4 (sel darah putih pelindung tubuh).
Ketika jumlah sel CD4 turun di bawah 200 sel per milimeter kubik darah, atau ketika infeksi oportunistik tertentu muncul, kondisi ini diklasifikasikan sebagai AIDS. Pada tahap ini, ciri-ciri yang muncul adalah tanda-tanda penyakit yang memanfaatkan sistem kekebalan yang melemah:
Pria yang memasuki stadium AIDS sering mengalami penurunan berat badan yang signifikan dan tidak dapat dijelaskan, yang dikenal sebagai "wasting syndrome." Ini disertai dengan hilangnya nafsu makan yang parah.
Sistem imun yang gagal melindungi tubuh menyebabkan pria rentan terhadap infeksi yang seharusnya mudah dilawan. Beberapa tanda spesifik meliputi:
HIV dapat menyerang sistem saraf pusat, menyebabkan HIV-associated neurocognitive disorders (HAND). Gejalanya termasuk:
Pria dengan AIDS lebih rentan terhadap jenis kanker tertentu, terutama yang disebabkan oleh virus seperti HPV dan EBV. Ciri yang paling umum adalah:
Banyak pria menunda pemeriksaan karena anggapan bahwa mereka "tidak berisiko" atau karena stigma sosial. Namun, penundaan diagnosis berarti penundaan pengobatan Antiretroviral (ARV). Jika pengobatan ARV dimulai sedini mungkin, terutama pada tahap akut, seseorang dapat mempertahankan kualitas hidup yang hampir normal dan menekan virus hingga tingkat yang tidak terdeteksi (Undetectable = Untransmittable atau U=U).
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami kombinasi gejala yang disebutkan di atas, terutama jika ada riwayat faktor risiko, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat untuk menjalani tes HIV. Pengetahuan adalah langkah pertama menuju pencegahan dan pengobatan yang efektif.