Kesuburan pria merupakan faktor penting dalam keberhasilan program kehamilan. Salah satu indikator utama kesuburan pria adalah kualitas dan kuantitas sperma. Ketika sperma mengalami masalah, seringkali kita mencari tahu mengenai ciri-ciri sperma tidak subur, meskipun perlu diingat bahwa banyak kondisi yang memengaruhi kesuburan tidak selalu terlihat secara kasat mata.
Penilaian kesuburan sperma secara definitif memerlukan analisis laboratorium yang disebut analisis sperma (spermiogram). Namun, ada beberapa tanda dan gejala umum yang mungkin mengindikasikan adanya masalah pada kualitas sperma atau kesehatan reproduksi pria secara keseluruhan. Mengenali tanda-tanda ini dapat menjadi langkah awal untuk mencari bantuan medis lebih lanjut.
Meskipun analisis lab adalah penentu utama, beberapa kondisi fisik dapat menjadi petunjuk adanya masalah. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Kualitas sperma tidak hanya dinilai dari jumlahnya. Dokter spesialis akan melihat beberapa parameter utama. Ketika parameter ini berada di bawah batas normal WHO, maka dapat diklasifikasikan sebagai sperma tidak subur atau sub-infertil:
Ini mengacu pada jumlah sperma per mililiter (ml) air mani. Jika jumlah sperma terlalu rendah (oligospermia), peluang pembuahan tentu menurun drastis. Konsentrasi normal umumnya di atas 15 juta sel sperma per ml.
Sperma harus mampu berenang maju dengan baik untuk mencapai sel telur. Jika banyak sperma yang tidak bergerak atau bergerak lambat (asthenozoospermia), mereka tidak akan mampu menembus lapisan pelindung sel telur.
Morfologi merujuk pada bentuk sperma. Sperma yang sehat memiliki kepala berbentuk oval sempurna dan ekor yang lurus panjang. Sperma yang cacat bentuknya (teratozoospermia)—misalnya kepala terlalu besar, ekor bercabang, atau bentuk aneh—cenderung memiliki kemampuan pembuahan yang lebih rendah.
Seringkali, ciri-ciri sperma tidak subur adalah hasil dari gaya hidup yang tidak sehat atau kondisi medis tertentu yang memengaruhi produksi dan kesehatan sperma di testis:
Jika Anda dan pasangan telah mencoba hamil selama satu tahun tanpa hasil (atau enam bulan jika usia istri di atas 35 tahun), langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi atau urologi. Dokter biasanya akan merekomendasikan analisis sperma sebagai pemeriksaan kesuburan pria pertama.
Penting untuk dicatat bahwa diagnosis "sperma tidak subur" bukan akhir dari segalanya. Banyak kasus infertilitas pria dapat diatasi atau ditingkatkan melalui perubahan gaya hidup, pengobatan medis untuk varikokel atau infeksi, atau melalui bantuan teknologi reproduksi berbantu seperti IVF atau ICSI.