Dr. Zaidul Akbar dan Isu Terkait

Ilustrasi Kesehatan dan Ilmu Gambar sederhana berupa daun (simbol kesehatan alami) diapit oleh dua buku terbuka (simbol ilmu pengetahuan).

Mengenal Sosok Dr. Zaidul Akbar

Dr. Zaidul Akbar adalah seorang praktisi kesehatan yang namanya melambung tinggi di Indonesia berkat pendekatannya yang mengintegrasikan ilmu kedokteran modern dengan prinsip-prinsip kesehatan alami dan pola hidup islami. Ia dikenal luas sebagai penggagas program Jurus Sehat Rasulullah (JSR), sebuah gerakan yang menganjurkan umat untuk kembali pada makanan dan gaya hidup yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, seperti puasa intermiten (hijamah dan shaum), konsumsi herbal, serta menjauhi makanan olahan dan gula berlebihan.

Pengaruh Dr. Zaidul Akbar sangat besar di ranah media sosial dan seminar-seminar kesehatan. Ribuan pengikutnya kini menerapkan diet berbasis makanan utuh (whole foods) dan pengobatan alami, percaya bahwa kunci kesehatan sejati terletak pada pemulihan fungsi tubuh secara alami, bukan hanya penanganan gejala penyakit dengan obat-obatan kimia. Fokus utamanya adalah pencegahan penyakit melalui perbaikan pola makan dan gaya hidup.

Kontekstualisasi Istilah "Wahabi"

Dalam diskursus publik di Indonesia, terutama di kalangan tertentu, muncul pertanyaan mengenai kaitan antara pandangan Dr. Zaidul Akbar dengan istilah "Wahabi." Penting untuk memahami bahwa "Wahabi" sendiri merupakan label yang sering kali digunakan secara luas dan terkadang kontroversial dalam konteks teologi dan gerakan Islam di Asia Tenggara.

Secara historis, istilah ini merujuk pada pengikut ajaran Muhammad bin Abdul Wahhab dari abad ke-18 di Jazirah Arab. Namun, di luar konteks Timur Tengah, label ini sering kali dilekatkan pada kelompok mana pun yang dianggap menganut pemahaman Islam yang sangat tekstual, puritan, atau menolak praktik-praktik tradisi lokal yang dianggap bid'ah.

Fokus Utama: Kesehatan, Bukan Ideologi Politik

Ketika membahas Dr. Zaidul Akbar, fokus utama perhatian publik dan materi yang disampaikannya hampir selalu berkisar pada ranah kesehatan, nutrisi, dan gaya hidup sehat. Materi ceramahnya sangat jarang menyentuh perdebatan teologis atau mazhab, melainkan berpusat pada bagaimana puasa dapat menyembuhkan, bagaimana gula merusak pankreas, atau manfaat air rebusan daun-daunan.

Kecenderungan penggunaan metode pengobatan alami dan penekanan kuat pada Sunnah Nabi dalam hal pola makan, terkadang membuat sebagian kalangan mengaitkannya dengan pemahaman yang lebih konservatif atau tekstual. Namun, para pendukungnya sering kali menegaskan bahwa keterkaitan tersebut hanyalah pada aspek peneladanan gaya hidup Nabi, bukan merupakan afiliasi ideologis atau politik tertentu. Mereka melihat JSR sebagai metode kesehatan berbasis bukti empiris dan ajaran agama yang bersifat universal.

Di ranah kesehatan, Dr. Zaidul Akbar beroperasi sebagai seorang edukator yang mendorong masyarakat untuk mandiri dalam menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga. Mengidentifikasinya secara eksklusif dengan label teologis tertentu mungkin mengalihkan perhatian dari kontribusi utamanya dalam mempopulerkan hidup sehat berbasis alam di tengah masyarakat yang semakin rentan terhadap penyakit metabolik akibat gaya hidup modern.

Kesimpulan

Terlepas dari label atau stigma yang mungkin melekat dari pihak luar, Dr. Zaidul Akbar tetap menjadi tokoh sentral dalam gerakan kesehatan holistik di Indonesia. Pesannya yang utama adalah: kembali kepada fitrah. Hal ini tercermin dari anjurannya untuk mengonsumsi makanan yang diciptakan langsung oleh alam dan mengikuti panduan kesehatan yang diwariskan, sebuah pendekatan yang resonan bagi banyak orang yang mencari solusi kesehatan di luar sistem medis konvensional.

🏠 Homepage