Memahami HIV dan AIDS

Ilustrasi Virus dan Sistem Kekebalan Representasi abstrak dari virus (HIV) menyerang sel T dalam sistem kekebalan tubuh. Sistem Imun HIV

HIV atau AIDS Termasuk Penyakit yang Diakibatkan Oleh

Pertanyaan mengenai asal muasal HIV atau AIDS termasuk penyakit yang diakibatkan oleh infeksi virus spesifik. Secara definitif, HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus (Virus Imunodefisiensi Manusia). Virus inilah yang menjadi penyebab utama dari kondisi yang lebih parah, yaitu AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) atau Sindrom Imunodefisiensi Didapat.

HIV bekerja dengan cara menargetkan dan menghancurkan sel-sel sistem kekebalan tubuh, khususnya sel T CD4+. Sel T CD4+ ini sangat krusial karena berperan sebagai komandan yang mengoordinasikan respons imun tubuh untuk melawan berbagai macam infeksi dan penyakit. Ketika jumlah sel CD4+ turun drastis akibat serangan HIV yang berkelanjutan, tubuh menjadi sangat rentan.

Tahapan Perkembangan dari Infeksi HIV menuju AIDS

Infeksi HIV melalui beberapa tahapan sebelum berkembang menjadi AIDS. Pemahaman mengenai tahapan ini penting untuk mengetahui kapan intervensi medis harus dilakukan.

1. Infeksi Akut

Setelah seseorang terinfeksi HIV, virus bereplikasi dengan sangat cepat. Pada fase ini, banyak orang mungkin mengalami gejala mirip flu berat yang bisa berlangsung beberapa minggu. Virus telah masuk dan mulai menyebar di dalam tubuh.

2. Stadium Laten Klinis (Asimtomatik)

Fase ini bisa berlangsung bertahun-tahun tanpa gejala yang terlihat. Meskipun orang yang terinfeksi tampak sehat, virus HIV tetap aktif dan terus merusak sel CD4+. Pengobatan antiretroviral (ARV) sangat efektif untuk memperlambat atau menghentikan kerusakan pada tahap ini.

3. Stadium AIDS

AIDS didefinisikan ketika jumlah sel CD4+ seseorang turun di bawah ambang batas kritis (biasanya 200 sel per milimeter kubik darah), atau ketika orang tersebut terdiagnosis dengan satu atau lebih infeksi oportunistik. Infeksi oportunistik adalah penyakit (seperti Pneumocystis Pneumonia, Sarkoma Kaposi, atau tuberkulosis) yang biasanya tidak akan menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat.

Jadi, secara ringkas, HIV atau AIDS termasuk penyakit yang diakibatkan oleh infeksi virus HIV, yang mengakibatkan sindrom imunodefisiensi (AIDS) jika tidak diobati.

Cara Penularan Virus HIV

Penting untuk ditekankan bahwa HIV ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh tertentu dari orang yang terinfeksi ke orang yang sehat. Cairan tersebut meliputi darah, air mani, cairan pra-ejakulasi, cairan vagina, dan ASI.

Metode penularan utama meliputi:

Perlu diketahui bahwa HIV tidak menular melalui sentuhan, pelukan, air liur, gigitan nyamuk, atau berbagi toilet.

Pengobatan dan Pencegahan

Walaupun belum ditemukan obat untuk menyembuhkan HIV, kemajuan medis telah mengubah status HIV dari hukuman mati menjadi kondisi kronis yang dapat dikelola. Pengobatan standar yang diberikan adalah Terapi Antiretroviral (ARV).

ARV bekerja dengan menghentikan replikasi virus. Jika dikonsumsi secara teratur sesuai anjuran dokter, viral load (jumlah virus dalam darah) dapat ditekan hingga batas yang tidak terdeteksi (Undetectable). Kondisi ini dikenal dengan konsep U=U (Undetectable equals Untransmittable), yang berarti seseorang dengan viral load tidak terdeteksi tidak dapat menularkan virus kepada pasangannya melalui hubungan seksual.

Pencegahan tetap menjadi kunci utama, termasuk penggunaan kondom secara konsisten, praktik seks aman, dan penggunaan obat pencegahan pra-pajanan (PrEP) bagi individu berisiko tinggi.

🏠 Homepage