Ikan cupang, atau yang dikenal secara ilmiah sebagai Betta splendens, telah lama menjadi primadona di kalangan penghobi ikan air tawar. Keindahan warnanya yang beragam, siripnya yang menjuntai anggun, dan sifatnya yang unik menjadikannya pilihan favorit untuk dipelihara di akuarium rumah. Memelihara ikan cupang di akuarium bukan sekadar menempatkan ikan dalam wadah, melainkan menciptakan sebuah ekosistem mini yang nyaman dan estetis. Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai aspek penting dalam menata dan merawat ikan cupang di akuarium Anda agar pesona tropisnya dapat dinikmati secara maksimal.
Salah satu kesalahpahaman umum mengenai ikan cupang adalah anggapan bahwa mereka bisa hidup bahagia dalam wadah kecil tanpa filter, seperti toples atau mangkuk ikan. Meskipun ikan cupang dapat bertahan hidup dalam kondisi tersebut, namun kesejahteraan dan keindahan mereka tidak akan optimal. Untuk itu, memilih akuarium yang tepat adalah langkah awal yang krusial.
Ukuran akuarium yang direkomendasikan minimal adalah 5 liter untuk satu ekor ikan cupang jantan. Akuarium yang lebih besar tentu akan lebih baik, memberikan ruang gerak yang lebih luas dan stabilitas kualitas air yang lebih baik. Hindari akuarium yang terlalu sempit karena dapat menyebabkan stres pada ikan, menurunkan kualitas air dengan cepat, dan menghambat pertumbuhan sirip yang indah.
Selain ukuran, pertimbangkan juga bentuk akuarium. Akuarium persegi panjang atau persegi biasanya lebih disukai karena memberikan dimensi horizontal yang lebih banyak untuk berenang. Pastikan juga akuarium memiliki penutup untuk mencegah ikan melompat keluar, terutama jika Anda memelihara ikan cupang jantan yang cenderung agresif.
Akuarium ikan cupang tidak hanya berfungsi sebagai rumah, tetapi juga sebagai kanvas untuk menciptakan pemandangan bawah air yang menarik. Penataan yang tepat dapat membuat ikan cupang Anda terlihat lebih menonjol dan menciptakan suasana yang lebih alami.
Menjaga kualitas air adalah kunci utama untuk kesehatan dan umur panjang ikan cupang. Meskipun ikan cupang dikenal tangguh, air yang kotor dan tidak stabil dapat menyebabkan berbagai penyakit.
Filtrasi: Meskipun ikan cupang dapat hidup tanpa filter, namun penggunaan filter sederhana yang menghasilkan aliran air lembut sangat dianjurkan. Filter membantu menghilangkan kotoran dan menjaga air tetap jernih. Pastikan arus filter tidak terlalu kuat agar tidak mengganggu ikan cupang.
Pemanasan: Ikan cupang adalah ikan tropis yang membutuhkan suhu air stabil antara 24-27°C. Penggunaan pemanas akuarium (heater) dengan termostat sangat disarankan, terutama di daerah yang suhunya cenderung dingin.
Penggantian Air: Lakukan penggantian air secara rutin, sekitar 25-50% setiap minggu, tergantung pada ukuran akuarium dan kepadatan penghuni. Gunakan air yang sudah diendapkan atau diberi obat dechlorinator untuk menghilangkan klorin yang berbahaya bagi ikan.
Kebersihan Akuarium: Bersihkan akuarium secara berkala, termasuk membersihkan alga yang menempel pada kaca dan mencuci dekorasi jika diperlukan. Jangan membersihkan seluruh akuarium sekaligus karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di dalamnya.
Memberi makan ikan cupang juga perlu diperhatikan agar tidak berlebihan. Ikan cupang memiliki perut yang relatif kecil, seukuran mata mereka. Berikan pelet ikan cupang berkualitas tinggi yang diformulasikan khusus untuk mereka. Pakan hidup seperti jentik nyamuk atau cacing darah juga bisa diberikan sesekali sebagai variasi, namun pastikan pakan tersebut bebas dari penyakit.
Frekuensi pemberian makan yang ideal adalah satu hingga dua kali sehari, dengan jumlah yang bisa dihabiskan dalam waktu 2-3 menit. Sisa pakan yang tidak termakan harus segera dibuang untuk mencegah pembusukan dan penurunan kualitas air.
Salah satu karakteristik paling terkenal dari ikan cupang jantan adalah sifat teritorial dan agresif mereka, terutama terhadap sesama ikan cupang jantan. Mereka akan mengembang-ngembangkan insang dan siripnya untuk mengintimidasi pesaing. Karena itu, sangat penting untuk tidak pernah menempatkan dua ikan cupang jantan dalam satu akuarium yang sama, kecuali dalam tujuan pemijahan yang terkontrol.
Meskipun demikian, ikan cupang jantan terkadang bisa ditempatkan bersama ikan lain yang tidak terlalu agresif dan tidak memiliki sirip panjang yang menyerupai cupang. Namun, ini tetap berisiko dan memerlukan pengawasan ketat. Ikan cupang betina terkadang dapat dipelihara dalam kelompok di akuarium yang lebih besar (disebut "sorority tank"), tetapi ini memerlukan pengetahuan dan pengalaman khusus.
Memahami sifat alami ikan cupang akan membantu Anda menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis, baik bagi ikan itu sendiri maupun bagi penghuni akuarium lainnya. Dengan perhatian yang tepat, akuarium ikan cupang Anda akan menjadi pusat perhatian yang memancarkan keindahan alam tropis yang menakjubkan.