Kesuburan pria memainkan peran krusial dalam keberhasilan pembuahan. Salah satu indikator utama kesuburan adalah kualitas sperma. Memahami apa yang mendefinisikan 'sperma sehat' jauh lebih penting daripada sekadar menghitung jumlahnya. Kualitas ini dinilai berdasarkan beberapa parameter utama yang diperiksa melalui analisis semen (spermiogram).
Motilitas mengacu pada kemampuan sperma untuk berenang secara efektif. Sperma yang sehat harus mampu bergerak maju dengan kuat untuk menempuh jarak panjang dari vagina, melalui serviks, rahim, dan akhirnya mencapai tuba falopi tempat sel telur menunggu. Kriteria WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) menetapkan bahwa persentase sperma yang bergerak progresif (bergerak maju) harus mencapai batas minimum tertentu.
Ada beberapa jenis pergerakan yang diamati:
Morfologi mengacu pada bentuk dan struktur fisik sperma. Sperma yang ideal memiliki kepala oval yang terdefinisi dengan baik, leher yang menyatu sempurna, dan ekor yang panjang serta utuh. Bentuk yang abnormal seringkali menghambat kemampuan sperma untuk menembus lapisan luar sel telur.
Parameter morfologi yang sering diperhatikan meliputi:
Meskipun banyak sperma yang memiliki bentuk abnormal, hanya persentase kecil yang perlu memiliki morfologi sempurna (menurut kriteria ketat seperti kriteria Kruger) untuk dianggap memadai.
Konsentrasi adalah jumlah sperma yang ditemukan per mililiter (ml) cairan ejakulat. Meskipun jumlah bukan satu-satunya penentu, konsentrasi yang sangat rendah (oligospermia) dapat mengurangi peluang pembuahan karena lebih sedikit 'pelamar' yang tersedia untuk mencapai sel telur.
Sperma sehat tidak hanya dilihat dari kuantitas di dalam cairan ejakulat, tetapi juga dari total jumlah sperma yang dikeluarkan. Konsentrasi yang baik memastikan adanya populasi yang cukup besar yang mampu memulai perjalanan menuju pembuahan.
Kualitas sperma sangat dipengaruhi oleh gaya hidup dan kesehatan umum pria. Memperbaiki gaya hidup seringkali menjadi langkah pertama untuk meningkatkan jenis sperma sehat yang diproduksi:
Kesimpulannya, jenis sperma sehat adalah kombinasi dari populasi sperma yang memiliki pergerakan maju yang baik, bentuk yang relatif normal, dan jumlah yang memadai. Jika pasangan mengalami kesulitan hamil, evaluasi komprehensif melalui analisis semen adalah langkah penting untuk mengidentifikasi area mana dari kualitas sperma yang mungkin memerlukan intervensi medis atau perubahan gaya hidup.