Air mani, atau semen, adalah cairan biologis kompleks yang dikeluarkan dari penis selama ejakulasi. Cairan ini memiliki peran vital dalam proses reproduksi pria, yaitu membawa sperma untuk membuahi sel telur wanita. Meskipun seringkali hanya dilihat dari fungsinya yang sederhana, komposisi kimia dan biologis air mani sangatlah rumit dan kaya akan nutrisi serta zat pelindung.
Ilustrasi komposisi berdasarkan volume.
Komponen Mayor Air Mani
Volume ejakulat rata-rata berkisar antara 1,5 hingga 5 mililiter. Meskipun volumenya kecil, cairan ini merupakan campuran dari sekresi berbagai kelenjar reproduksi pria, terutama testis, epididimis, vesikula seminalis, dan kelenjar prostat.
1. Air (H2O)
Komponen utama air mani adalah air, yang bisa mencapai 90% hingga 95% dari total volume. Kehadiran air memastikan bahwa cairan tersebut cukup encer untuk memudahkan pergerakan sperma dan melindungi mereka dari lingkungan vagina yang lebih asam.
2. Fruktosa
Fruktosa adalah jenis gula sederhana yang berfungsi sebagai sumber energi utama bagi sperma. Sperma membutuhkan energi yang besar untuk motilitas (kemampuan berenang) mereka menuju sel telur. Sumber utama fruktosa adalah dari vesikula seminalis, yang menyumbang sekitar 60-70% dari total volume cairan seminal.
3. Protein dan Enzim
Air mani mengandung berbagai protein dan enzim yang penting untuk proses koagulasi (pembekuan) dan likuefaksi (pencairan) semen setelah ejakulasi. Segera setelah dikeluarkan, semen cenderung menggumpal untuk tetap berada di sekitar serviks. Setelah sekitar 15-30 menit, enzim akan mencairkannya kembali, memungkinkan sperma bergerak lebih bebas.
Fungsi Komponen Non-Sperma
Meskipun sperma adalah inti dari air mani, komponen lain berfungsi sebagai sistem pendukung kehidupan dan pelindung bagi sel reproduksi tersebut. Komponen-komponen ini meliputi:
- Asam Sitrat dan Fosfat Alkali: Berkontribusi pada kapasitas penyangga (buffer) pH air mani.
- Zink (Seng): Mineral penting yang ditemukan dalam konsentrasi tinggi, berperan dalam menstabilkan DNA sperma dan memiliki sifat antibakteri ringan.
- Prostaglandin: Senyawa mirip hormon yang dapat memicu kontraksi otot halus pada saluran reproduksi wanita, membantu pergerakan sperma ke atas menuju tuba falopi.
- Asam Laktat dan Asam Askorbat (Vitamin C): Bertindak sebagai antioksidan untuk melindungi sperma dari kerusakan akibat radikal bebas.
- Kolesterol dan Kolinesterase: Berperan dalam integritas membran sel sperma.
Peran Cairan Prostat
Kelenjar prostat menyumbang sekitar 20-30% dari total volume air mani. Cairan prostat bersifat sedikit asam (pH sekitar 6.5) dan kaya akan enzim seperti Prostate-Specific Antigen (PSA). PSA adalah enzim proteolitik yang membantu dalam proses likuefaksi semen.
Kesehatan dan Kandungan Air Mani
Komposisi air mani dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan internal, termasuk diet, tingkat stres, usia, dan paparan racun lingkungan. Defisiensi nutrisi tertentu, seperti kekurangan seng atau vitamin, dapat memengaruhi kualitas sperma dan volume ejakulat.
Perlu dicatat bahwa walaupun air mani tampak homogen, hanya sekitar 1% hingga 5% dari total volume yang sebenarnya terdiri dari sperma. Sisa volumenya adalah cairan plasma seminal yang dirancang secara evolusioner untuk menyediakan lingkungan yang optimal, nutrisi, dan perlindungan bagi sperma selama perjalanan mereka.
Pemahaman mengenai kandungan dalam air mani tidak hanya penting dalam konteks kesuburan, tetapi juga dalam studi forensik dan biologi reproduksi. Cairan ini adalah mikrokosmos dari kesehatan reproduksi pria secara keseluruhan.