Keluarnya cairan dari penis yang secara bersamaan mengandung komponen sperma dan sedikit darah adalah kondisi yang memerlukan perhatian medis. Kondisi ini, dalam terminologi medis sering disebut hematospermia (darah dalam air mani), bisa menjadi pengalaman yang mengkhawatirkan bagi banyak pria. Penting untuk dipahami bahwa meskipun banyak kasus hematospermia bersifat jinak dan sementara, ada situasi di mana hal ini dapat mengindikasikan masalah kesehatan yang lebih serius.
Secara definitif, hematospermia adalah adanya sel darah merah dalam cairan semen yang dikeluarkan saat ejakulasi. Warna air mani mungkin bervariasi dari merah muda, cokelat, hingga merah terang, tergantung seberapa banyak darah yang bercampur. Frekuensi kejadiannya cukup jarang, namun ketika terjadi, kebingungan dan kekhawatiran biasanya langsung muncul. Kebanyakan pria yang mengalami ini belum pernah mengalaminya sebelumnya.
Dalam banyak kasus, terutama pada pria muda di bawah usia 40 tahun, keluarnya darah bersama sperma seringkali tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya. Beberapa penyebab umum dan sementara meliputi:
Meskipun penyebab di atas umum, ada beberapa kondisi serius yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter spesialis urologi. Ketika hematospermia berlangsung lama (lebih dari beberapa minggu), berulang, atau disertai gejala lain seperti nyeri saat buang air kecil (disuria) atau demam, perhatian medis segera sangat dianjurkan.
Salah satu kekhawatiran utama adalah kemungkinan adanya pertumbuhan abnormal. Dalam kasus yang lebih jarang terjadi, terutama pada pria di atas usia 40 tahun, hematospermia bisa menjadi gejala awal dari:
Keputusan untuk berkonsultasi dengan dokter tidak boleh ditunda jika Anda mengalami salah satu dari kondisi berikut:
Dokter biasanya akan melakukan wawancara medis mendalam, pemeriksaan fisik, dan mungkin menyarankan tes tambahan seperti analisis urin, kultur cairan ejakulasi, atau dalam beberapa kasus, pencitraan seperti USG transrektal untuk melihat kondisi prostat. Jangan berasumsi bahwa kondisi ini akan hilang sendiri jika berulang atau disertai gejala lain.