Simbol peringatan kesehatan reproduksi.
Rasa sakit atau nyeri saat ejakulasi (keluar sperma) merupakan keluhan yang dapat mengganggu kenyamanan dan kualitas hidup seorang pria. Meskipun seringkali dianggap tabu untuk dibicarakan, kondisi ini sangat umum terjadi dan memiliki berbagai potensi penyebab. Penting untuk tidak mengabaikannya, karena rasa sakit tersebut bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut.
Ejakulasi melibatkan serangkaian kontraksi otot yang kompleks di sepanjang saluran reproduksi, termasuk testis, epididimis, vas deferens, kelenjar prostat, dan uretra. Jika salah satu dari organ atau jalur ini mengalami peradangan, infeksi, atau sumbatan, rasa sakit saat proses pelepasan sperma dapat muncul. Berikut adalah beberapa penyebab umum dari kondisi ini:
Kelenjar prostat memproduksi sebagian besar cairan semen. Jika prostat meradang (prostatitis), baik karena infeksi bakteri maupun non-bakteri, tekanan yang meningkat selama ejakulasi dapat memicu nyeri hebat. Nyeri ini seringkali dirasakan di area perineum (area antara skrotum dan anus), punggung bawah, atau bahkan di ujung penis.
Epididimis adalah tabung melingkar di belakang testis yang berfungsi menyimpan dan membawa sperma. Epididimitis (peradangan epididimis) sering disebabkan oleh infeksi bakteri (termasuk PMS seperti klamidia atau gonore) dan menyebabkan nyeri yang tajam saat ejakulasi. Orkitis (peradangan testis) yang terkadang menyertai epididimitis juga dapat memperburuk rasa sakit.
Beberapa IMS, terutama gonore dan klamidia, menyebabkan infeksi pada uretra atau epididimis. Infeksi ini memicu peradangan yang jelas terasa sebagai rasa sakit selama atau segera setelah ejakulasi, seringkali disertai dengan keluarnya cairan abnormal atau rasa terbakar saat buang air kecil.
Vasokel adalah pembengkakan pembuluh darah di dalam skrotum, mirip varises. Meskipun biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, dalam kasus yang parah atau ketika ada tekanan, vasokel dapat menyebabkan rasa tidak nyaman atau nyeri yang meningkat saat terjadi peningkatan aliran darah dan kontraksi selama orgasme.
Pria yang baru menjalani operasi prostat, vasektomi, atau mengalami cedera di area panggul mungkin mengalami nyeri sementara atau kronis saat ejakulasi karena adanya jaringan parut atau iritasi saraf.
Meskipun sesekali merasakan ketidaknyamanan ringan mungkin tidak berbahaya, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi jika rasa sakit saat keluar sperma:
Diagnosis yang tepat sangat bergantung pada pemeriksaan fisik, riwayat kesehatan seksual Anda, dan mungkin tes laboratorium seperti analisis urin atau kultur cairan prostat.
Pengobatan untuk disfungsi ejakulasi yang menyakitkan sangat bervariasi tergantung pada akar masalahnya:
Jangan biarkan rasa sakit ini mengurangi kepercayaan diri atau keintiman Anda. Mengambil langkah proaktif untuk mendiskusikannya dengan profesional kesehatan adalah langkah pertama yang paling penting menuju pemulihan.