Surah Az-Zalzalah (atau Al-Zalzalah) adalah surah ke-99 dalam Al-Qur'an. Surah yang tergolong Madaniyah ini memiliki delapan ayat dan memiliki bobot makna yang sangat mendalam, khususnya terkait dengan hari kiamat dan pertanggungjawaban amal perbuatan. Mempelajari lafal surah ini dengan benar adalah langkah awal untuk memahami peringatan agung yang terkandung di dalamnya. Kesalahan dalam pengucapan, terutama pada huruf-huruf yang memiliki sifat khusus (shifatul huruf), dapat mengubah makna.
Dalam ilmu tajwid, setiap huruf hijaiyah memiliki makhraj (tempat keluar) dan shifat (sifat) yang harus diperhatikan. Surah Az-Zalzalah mengandung beberapa huruf yang memerlukan ketelitian, seperti huruf 'Zal' (ذ) yang harus diucapkan dengan sedikit keluarnya ujung lidah di antara gigi seri atas dan bawah, bukan seperti huruf 'Zai' (ز). Kesalahan lafal yang signifikan dapat menyebabkan makna ayat menjadi meleset dari maksud aslinya. Oleh karena itu, mendengar bacaan dari qari yang terpercaya dan melatih pengucapan adalah kunci utama.
Berikut adalah panduan lafal untuk setiap ayat, disertai transliterasi untuk membantu pembaca yang sedang dalam proses belajar:
Perhatikan pengucapan 'Zal' pada kata Zulzilat dan Zilzaalahaa. Pastikan ada getaran lembut pada ujung lidah saat mengucapkan huruf 'Zal' tersebut.
Pada ayat ini, terdapat pengucapan tebal (tafkhim) pada huruf 'Tha' (ث) dalam kata Atsqalaa. Meskipun aslinya dibaca tipis, namun dalam beberapa riwayat qira'at yang populer dibaca tebal. Namun, yang paling umum adalah huruf 'Tsa' yang dibaca dengan ujung lidah di antara gigi. Fokuslah pada kejelasan huruf 'Kha' (خ) pada kata Akhrajat.
Lafal 'Insaan' (الإِنْسَانُ) harus jelas membedakan antara Nun sukunah yang diikuti Nun (Idgham bighunnah), meskipun dalam riwayat Hafs sering dibaca jelas. Perhatikan pula huruf 'Haa' pada akhir ayat yang harus dibaca jelas sebagai penanda akhir ayat.
Ayat ini membutuhkan penekanan pada hukum nun bertasydid (Ghuna) pada kata Bi-anna. Pengucapan 'Shod' (ص) pada kata Yasdur harus tebal dan jelas. Bacaan yang mendayu-dayu pada bagian ini akan membantu menanamkan kekhusyukan saat membaca lafalnya.
Dua ayat penutup ini adalah inti peringatan. Pengulangan kata Mithqaala Dzarrah menekankan bahwa sekecil apapun amalan, akan diperhitungkan. Pastikan lafal 'Dzal' (ذ) pada kata Dzarrah diucapkan dengan benar, yaitu ujung lidah menjulur sedikit. Ini adalah titik kritis dalam melafalkan surah ini.
Untuk menguasai lafal Al Zalzalah, pendekatan terbaik adalah mendengarkan (istima') dan menirukan (talaqqi). Pilih satu qari yang bacaannya Anda sukai dan ikuti iramanya. Jangan terburu-buru. Setelah Anda menguasai lafal setiap huruf, baru kemudian gabungkan menjadi satu kesatuan ayat. Mengulang bacaan secara perlahan namun tepat jauh lebih bermanfaat daripada membaca cepat namun banyak kesalahan. Surah ini adalah pengingat konstan akan keadilan dan keagungan Allah SWT.
Memperbaiki lafal Al Zalzalah bukan sekadar urusan teknis tajwid, melainkan bentuk penghormatan terhadap firman Allah. Dengan lafal yang benar, makna yang mendalam tentang hari pertanggungjawaban akan semakin terasa dalam hati, mendorong kita untuk senantiasa berbuat kebaikan sekecil apapun itu.