Laporan pendahuluan mengenai Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) selalu menjadi fokus utama kesehatan masyarakat global. Meskipun kemajuan signifikan telah dicapai dalam pencegahan, diagnosis, dan pengobatan Antiretroviral Therapy (ART), tantangan masih besar. Data terbaru menunjukkan bahwa meskipun infeksi baru terus menurun di banyak wilayah, prevalensi keseluruhan populasi yang hidup dengan HIV (ODHA) tetap tinggi. Program universalisasi akses terhadap ART telah menyelamatkan jutaan nyawa, mengubah prognosis penyakit dari hukuman mati menjadi kondisi kronis yang dapat dikelola.
Fokus pelaporan saat ini bukan hanya pada penurunan angka kematian, tetapi juga pada pencapaian target ambisius untuk mengakhiri epidemi sebagai krisis kesehatan masyarakat. Ini mencakup upaya keras untuk mengidentifikasi mereka yang belum mengetahui statusnya dan menghubungkan mereka dengan layanan kesehatan secara cepat. Masalah resistensi obat juga mulai menjadi perhatian serius di beberapa area dengan tingkat penularan tinggi dan kepatuhan pengobatan yang bervariasi.
Pendahuluan laporan ini menyoroti beberapa hambatan struktural dan sosial yang menghambat upaya eliminasi HIV. Salah satu hambatan terbesar adalah stigma dan diskriminasi. Stigma ini sering kali mencegah individu berisiko tinggi untuk menjalani tes HIV, mencari informasi pencegahan, atau memulai pengobatan secara teratur. Dampaknya bersifat ganda: memperlambat respons individu terhadap infeksi dan melemahkan upaya pencegahan di tingkat komunitas.
Selain itu, kesenjangan akses masih menjadi isu krusial. Meskipun teknologi pengobatan semakin canggih, distribusi sumber daya kesehatan seringkali tidak merata. Komunitas kunci, seperti pekerja seks, pengguna narkoba suntik, dan populasi minoritas seksual, seringkali menghadapi hambatan hukum dan sosial dalam mengakses layanan pencegahan dan pengobatan yang komprehensif. Laporan menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih berfokus pada hak asasi manusia dalam intervensi kesehatan publik.
Progres dalam pencegahan telah menunjukkan hasil yang menjanjikan. Penggunaan PrEP (Pre-Exposure Prophylaxis) sebagai strategi pencegahan bagi individu negatif HIV tetapi berisiko tinggi mulai diadopsi lebih luas, terutama di negara-negara berpenghasilan tinggi dan menengah. Keberhasilan PrEP sangat bergantung pada edukasi yang efektif dan integrasi layanan yang mudah diakses.
Di sisi pengobatan, fokus beralih ke pengobatan yang lebih nyaman dan jangka panjang. Pengembangan rejimen ART dosis tunggal harian dan penelitian intensif terhadap bentuk pengobatan injeksi jangka panjang (long-acting injectable ART) diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pasien secara signifikan. Selain itu, penelitian tentang vaksin pencegahan masih menjadi prioritas riset utama, meskipun kemajuan dalam hal ini cenderung lambat namun berkelanjutan.
Pendekatan terintegrasi antara penanganan HIV dengan penyakit menular seksual lainnya (IMS) dan tuberculosis (TB) terbukti sangat efektif, mengingat TB adalah penyebab kematian terbesar di antara ODHA. Memperkuat sistem kesehatan primer adalah prasyarat untuk mencapai hasil yang berkelanjutan dalam manajemen HIV/AIDS.
Laporan pendahuluan menggarisbawahi bahwa meskipun tujuan mengakhiri AIDS pada tahun-tahun mendatang sangat ambisius, hal itu masih mungkin dicapai melalui percepatan strategi yang teruji. Ini memerlukan investasi ulang pada pencegahan berbasis komunitas, penghapusan hambatan hukum yang diskriminatif, dan memastikan bahwa semua orang yang membutuhkan menerima perawatan tanpa penundaan.
Meningkatkan kesadaran publik mengenai status U=U (Undetectable = Untransmittable atau Tidak Terdeteksi = Tidak Menularkan) adalah kunci untuk mengurangi stigma dan mendorong pengujian. Ketika seseorang yang hidup dengan HIV memiliki beban virus yang tidak terdeteksi melalui pengobatan ART yang teratur, mereka tidak dapat menularkan virus tersebut secara seksual. Mengomunikasikan pesan ilmiah ini secara efektif kepada masyarakat luas akan menjadi penentu keberhasilan eliminasi epidemi HIV di masa depan.