Surat Al-Isra (juga dikenal sebagai Bani Israil) ayat ke-27 adalah salah satu ayat dalam Al-Qur'an yang memberikan peringatan keras mengenai perilaku pemborosan atau berlebihan (israf). Ayat ini tidak hanya membahas aspek ekonomi, tetapi juga hubungan spiritual seseorang dengan lingkungannya dan Penciptanya. Ayat ini menegaskan sebuah koneksi langsung: orang yang gemar membuang-buang harta atau sumber daya adalah "saudara setan".
Istilah mubazzireen (pemboros) merujuk pada mereka yang menggunakan nikmat Allah SWT secara tidak bertanggung jawab, baik itu harta benda, waktu, energi, maupun potensi yang diberikan. Pemborosan dalam Islam bukan sekadar menghamburkan uang, melainkan penolakan secara tidak langsung terhadap prinsip syukur dan manajemen sumber daya yang baik. Islam mengajarkan konsep keseimbangan (wasathiyyah), dan israf adalah penyimpangan ekstrem dari keseimbangan tersebut.
Bagian kedua ayat tersebut, "Dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya," memberikan konteks mengapa pemborosan disamakan dengan perbuatan setan. Setan, dalam tindakannya membangkang kepada Allah, menunjukkan sifat kufur (ingkar) terhadap nikmat dan otoritas Ilahi. Dengan melakukan israf, seorang manusia secara tidak sadar meniru sifat dasar setan, yaitu tidak menghargai pemberian dan tidak tunduk pada aturan pemberi nikmat tersebut.
Ayat ini menekankan bahwa kesombongan dan ingkar seringkali termanifestasi dalam perilaku sehari-hari. Ketika seseorang membuang-buang rezeki, ia menyiratkan bahwa ia tidak membutuhkan atau tidak menghargai sumber rezeki tersebut. Hal ini bertolak belakang dengan ajaran untuk selalu bersyukur dan menyadari bahwa segala sesuatu adalah titipan yang harus dikelola dengan amanah.
Dalam konteks modern, makna ayat ini meluas jauh melampaui sekadar pemborosan uang. Penggunaan sumber daya alam yang berlebihan, polusi, pembuangan makanan dalam jumlah besar, hingga penggunaan energi secara sembrono dapat digolongkan sebagai bentuk israf. Pemborosan dalam konteks luas ini merusak tatanan ekologis yang juga merupakan ciptaan dan amanah dari Allah SWT.
Oleh karena itu, memahami Latin surat Al-Isra ayat 27 (Innal mubazzireena...) adalah pengingat penting untuk senantiasa hidup hemat, bersyukur, dan menghindari sikap berlebihan dalam setiap aspek kehidupan. Hidup yang seimbang adalah jalan yang menjauhkan diri dari sifat-sifat setan yang kufur dan ingkar kepada Pemberi segala nikmat.