Kesehatan sperma sangat dipengaruhi oleh gaya hidup dan pola makan. Bagi pria yang khawatir mengenai volume atau kekentalan ejakulasi (sering disebut sperma encer), diet memainkan peran krusial. Meskipun istilah "sperma encer" sering menjadi kekhawatiran, kondisi ini umumnya terkait dengan rendahnya konsentrasi atau motilitas sperma. Untungnya, banyak nutrisi alami yang terbukti mendukung produksi sperma yang lebih sehat dan lebih padat.
Ilustrasi nutrisi penting untuk mendukung kualitas sperma.
Untuk mengatasi masalah sperma yang dianggap encer, fokus utama adalah meningkatkan jumlah, motilitas (pergerakan), dan morfologi (bentuk) sperma. Berikut adalah beberapa kelompok makanan yang kaya nutrisi esensial:
Zink adalah mineral fundamental yang terlibat langsung dalam produksi testosteron dan pembentukan ekor sperma. Kekurangan zink dapat menyebabkan penurunan volume cairan semen dan kualitas sperma yang buruk.
Oksidasi adalah salah satu penyebab utama kerusakan DNA pada sperma. Antioksidan membantu melindungi sperma dari kerusakan radikal bebas, menjaga integritas genetiknya, dan meningkatkan motilitas.
Asam lemak esensial ini sangat penting untuk fluiditas membran sel sperma, yang berdampak besar pada kemampuan sperma untuk berenang dan menembus sel telur. Sumber terbaiknya adalah ikan berlemak.
Asam folat, bersama dengan Vitamin B12, berperan penting dalam sintesis DNA. Asupan folat yang cukup dikaitkan dengan peningkatan jumlah sperma dan penurunan abnormalitas kromosom.
Selain memasukkan makanan di atas, sangat penting untuk membatasi konsumsi zat-zat yang terbukti merusak kualitas sperma:
Ingatlah bahwa proses pembentukan sperma (spermatogenesis) memakan waktu sekitar 74 hari. Jadi, perubahan diet yang dilakukan hari ini baru akan menunjukkan hasilnya pada kualitas sperma dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan. Untuk masalah sperma encer yang berkelanjutan atau kekhawatiran kesuburan, konsultasi dengan ahli urologi atau fertilitas sangat disarankan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.