Panduan Makanan Risiko Tinggi untuk Penderita HIV

Menjaga pola makan yang baik sangat krusial bagi seseorang yang hidup dengan HIV (ODHA). Nutrisi yang tepat dapat mendukung sistem kekebalan tubuh, mengurangi efek samping obat antiretroviral (ARV), dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Namun, seiring dengan makanan yang dianjurkan, terdapat pula beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari karena risiko infeksi oportunistik yang lebih tinggi.

Sistem kekebalan tubuh yang melemah akibat HIV membuat ODHA lebih rentan terhadap infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau parasit yang biasanya tidak berbahaya bagi orang dengan sistem imun sehat. Oleh karena itu, kehati-hatian dalam memilih makanan menjadi prioritas utama.

Hati-hati dengan Makanan Mentah

Daftar Makanan yang Harus Dihindari atau Dibatasi

Untuk meminimalkan risiko keracunan makanan dan infeksi, berikut adalah kategori makanan yang perlu diwaspadai dan sebaiknya dihindari atau dimasak hingga matang sempurna:

1. Produk Susu yang Tidak Dipasteurisasi

Susu yang tidak melalui proses pasteurisasi (pemanasan untuk membunuh bakteri berbahaya) dapat mengandung Listeria atau Salmonella. Ini termasuk keju lunak tertentu (seperti Feta, Brie, atau keju biru) yang dibuat dari susu mentah. Selalu pilih susu dan produk olahannya yang berlabel 'pasteurisasi'.

2. Daging Mentah atau Setengah Matang

Daging sapi, unggas, ikan, atau kerang yang disajikan mentah atau kurang matang adalah sumber utama bakteri seperti E. coli dan Salmonella. Contohnya termasuk sushi (tergantung kualitas bahan baku dan penanganan), steak rare, atau tartare. Pastikan semua daging dimasak hingga suhu internal yang aman.

3. Telur Mentah atau Setengah Matang

Telur mentah sering digunakan dalam mayones buatan sendiri, adonan kue yang belum dipanggang, atau minuman tertentu (seperti egg nog). Risiko kontaminasi Salmonella sangat tinggi pada telur yang tidak dimasak hingga matang (putih dan kuningnya padat).

4. Hasil Laut Mentah atau Asap Dingin

Kerang-kerangan (seperti tiram) yang dimakan mentah membawa risiko tinggi kontaminasi bakteri dan virus. Selain itu, ikan asap yang disimpan dalam kondisi suhu dingin (asap dingin), bukan panas, masih bisa mengandung bakteri Listeria. Ikan harus selalu dimasak hingga mendidih atau dipanaskan dengan baik.

5. Sayuran dan Buah-buahan Mentah yang Sulit Dicuci

Meskipun sayuran dan buah sangat penting untuk nutrisi, beberapa jenis sulit dibersihkan secara menyeluruh dari kontaminan tanah. Ini terutama berlaku untuk tauge (kecambah) yang pertumbuhannya dalam lingkungan lembab dan hangat rentan terhadap bakteri. Jika mengonsumsi sayuran mentah, pastikan dicuci bersih di bawah air mengalir dan dikeringkan, atau lebih baik lagi, masak sayuran tersebut.

6. Makanan yang Sudah Terkontaminasi atau Penyimpanan yang Buruk

Makanan yang dibiarkan pada suhu ruangan terlalu lama (zona bahaya suhu antara 4°C hingga 60°C) harus dihindari. Ini termasuk sisa makanan yang tidak segera didinginkan atau makanan yang kemasannya sudah rusak atau menggembung. Jaga kebersihan kulkas dan pastikan makanan beku dicairkan dengan benar di dalam kulkas, bukan di suhu ruangan.

Tips Keamanan Pangan Tambahan

Untuk ODHA, pencegahan adalah kunci. Selain menghindari daftar makanan di atas, praktikkan selalu prinsip "Bersih, Pisah, Masak, Dingin":

Selalu diskusikan perubahan pola makan atau gejala pencernaan yang tidak biasa dengan tim medis Anda. Dengan kehati-hatian dalam memilih makanan, risiko komplikasi kesehatan akibat infeksi dapat diminimalkan.

🏠 Homepage