Simbol Pewaris Hikmah

Representasi visual pesan kenabian

Nabi Muhammad Diutus Oleh Allah Untuk Menyempurnakan

Kisah kerasulan Nabi Muhammad SAW adalah puncak dari serangkaian panjang risalah ilahi yang diturunkan Allah SWT kepada umat manusia. Jauh sebelum beliau diangkat menjadi rasul, telah ada nabi-nabi lain yang membawa pesan tauhid, seperti Nabi Musa AS dan Nabi Isa AS. Namun, setiap risalah tersebut memiliki batasan waktu dan konteks peradaban tertentu. Misi utama diutusnya Nabi Muhammad diutus oleh Allah untuk menyempurnakan ajaran-ajaran tersebut, membawa tuntunan yang final dan universal.

Menyempurnakan Pilar Keimanan

Penyempurnaan yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW mencakup fondasi keimanan itu sendiri. Beliau datang bukan untuk menghapus seluruh ajaran sebelumnya, melainkan untuk menguatkan, meluruskan, dan menyempurnakannya. Misalnya, konsep tauhid murni, yang sempat mengalami distorsi dan percampuran dengan paganisme atau doktrin lain, ditegaskan kembali secara absolut. Al-Qur'anul Karim, wahyu yang diturunkan kepadanya, adalah penyempurna bagi kitab-kitab suci sebelumnya, menjadikannya pedoman yang utuh, tidak terputus, dan berlaku hingga akhir zaman.

Konsep ibadah yang sebelumnya mungkin terfragmentasi, disatukan dalam lima rukun Islam. Shalat, puasa, zakat, dan haji menjadi ritual yang terstruktur dan memiliki makna spiritual mendalam, membentuk disiplin pribadi sekaligus solidaritas sosial. Ini adalah penyempurnaan praktis dari tuntunan spiritual yang telah diajarkan para nabi sebelumnya, disesuaikan untuk fitrah manusia universal.

Penyempurnaan dalam Etika dan Muamalah

Selain ranah ritualistik, aspek krusial dari misi beliau adalah penyempurnaan akhlak dan tata cara bermasyarakat (muamalah). Masyarakat Arab pra-Islam dikenal memiliki nilai-nilai luhur seperti keberanian dan keramahan, namun mereka juga terperosok dalam praktik keji seperti membunuh bayi perempuan dan penindasan kaum lemah. Nabi Muhammad diutus oleh Allah untuk menyempurnakan tatanan sosial ini dengan memperkenalkan konsep keadilan, kesetaraan di hadapan Tuhan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia—jauh sebelum konsep tersebut populer di dunia modern.

Dalam hal hukum, syariat yang dibawa beliau memberikan kerangka kerja yang komprehensif, mengatur mulai dari hubungan antarindividu, tata kelola negara, hingga etika dalam berdagang. Kesempurnaan ajaran ini terletak pada kemampuannya mengakomodir kebutuhan manusiawi tanpa mengorbankan prinsip ketuhanan. Etika personal yang diajarkan, seperti kejujuran (amanah) dan kasih sayang (rahmatan lil 'alamin), menjadi standar moral tertinggi yang harus dicapai oleh setiap Muslim.

Risalah Universal dan Final

Pengutusan Nabi Muhammad SAW menandai penutup dari kenabian. Ini berarti bahwa risalah Islam adalah penutup dari semua pesan kenabian. Beliau membawa penyempurnaan karena ajarannya bersifat final dan berlaku untuk seluruh umat manusia, di segala tempat dan waktu. Kebutuhan manusia akan bimbingan ilahi tidak akan pernah berubah secara fundamental, dan ajaran Islam menyediakan jawaban yang lengkap atas kebutuhan tersebut.

Oleh karena itu, pemahaman bahwa nabi Muhammad diutus oleh Allah untuk menyempurnakan agama adalah inti dari keyakinan Islam. Ini bukan sekadar penambahan, melainkan puncak dari proses pembinaan spiritualitas manusia yang dimulai sejak Nabi Adam AS. Kesempurnaan ini menjamin bahwa umat Islam memiliki pegangan yang kokoh dan komprehensif, mencakup dimensi duniawi dan ukhrawi, hingga hari kiamat tiba. Seluruh ajaran yang ada di dalam Al-Qur'an dan Sunnah adalah manifestasi dari penyempurnaan ilahi tersebut.

🏠 Homepage