Dalam ajaran Islam, hubungan antar sesama manusia merupakan aspek penting yang perlu dijaga dan dipererat. Kasih sayang, keharmonisan, dan rasa saling peduli adalah pondasi utama dalam membangun masyarakat yang sehat dan damai. Al-Qur'an, sebagai petunjuk hidup umat Muslim, banyak memuat ayat-ayat yang mendorong kebaikan dan keharmonisan, salah satunya adalah Surat Al-Anfal ayat 63. Ayat ini seringkali diinterpretasikan dan diamalkan sebagai sarana untuk memohon kepada Allah SWT agar diturunkan rasa kasih sayang dan kedekatan hati, baik dalam hubungan keluarga, pertemanan, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Surat Al-Anfal ayat 63 berbunyi:
"وَلَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ"
"Dan kalau kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang ada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah-lah yang mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
Ayat ini secara tegas menjelaskan bahwa persatuan hati, kedekatan rasa, dan kasih sayang antar sesama bukanlah sesuatu yang bisa dicapai hanya dengan harta benda atau usaha lahiriah semata. Sekalipun seseorang memiliki kekayaan yang melimpah dan berinfak seluruhnya di bumi, ia tidak akan mampu mempersatukan hati manusia. Kuncinya terletak pada kekuasaan dan kehendak Allah SWT. Dialah yang memiliki kemampuan mutlak untuk menumbuhkan rasa cinta, simpati, dan keharmonisan di antara hamba-Nya.
Dalam konteks pengasihan, ayat ini memberikan pemahaman bahwa ikhtiar kita sebagai manusia adalah berdoa dan memohon kepada Allah SWT. Kita dapat mengamalkan ayat ini dengan penuh keyakinan, memohon kepada-Nya agar hati kita dan hati orang-orang yang kita sayangi, atau orang-orang yang berinteraksi dengan kita, disatukan dalam kebaikan, cinta, dan saling pengertian. Ini bukan berarti kita memanipulasi perasaan orang lain, melainkan memohon agar Allah menumbuhkan dan memelihara rasa kasih sayang yang tulus dan mendalam, sesuai dengan kehendak-Nya.
Banyak umat Muslim yang mengamalkan Surat Al-Anfal ayat 63 sebagai wirid atau bacaan rutin dengan niat untuk mendapatkan limpahan kasih sayang, mempererat tali persaudaraan, atau bahkan untuk meluluhkan hati seseorang yang sulit didekati agar menjadi lebih ramah dan menerima. Beberapa cara pengamalannya antara lain:
Keutamaan mengamalkan ayat ini sangatlah luas. Ia dapat membantu menumbuhkan rasa cinta dan harmonis dalam rumah tangga, memperkuat ikatan persahabatan, melancarkan komunikasi, serta meredakan perselisihan. Ketika hati telah disatukan oleh Allah, maka akan timbul rasa saling menghargai, pengertian, dan kasih sayang yang tulus, yang mana hal ini akan membawa kedamaian dan kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam mengamalkan setiap ayat Al-Qur'an, terutama yang berkaitan dengan permohonan kepada Allah, keikhlasan dan tawakal adalah kunci utamanya. Surat Al-Anfal ayat 63 mengajarkan bahwa kekuatan untuk menyatukan hati sepenuhnya ada pada Allah. Oleh karena itu, kita wajib meyakini bahwa hanya dengan pertolongan-Nya segala sesuatu yang mustahil bisa menjadi mungkin.
Jangan pernah terpaku pada hasil semata, namun fokuslah pada proses mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah dan doa. Jika doa belum terkabul, teruslah berusaha, perbaiki diri, dan jangan pernah berputus asa. Allah Maha Mengetahui waktu terbaik bagi terkabulnya doa hambanya. Dengan mengamalkan Al-Anfal ayat 63 dengan penuh keyakinan, keikhlasan, dan tawakal, semoga Allah SWT senantiasa menganugerahkan kasih sayang dan kedekatan hati di antara kita dan orang-orang yang kita cintai.