Ilustrasi perbandingan kekentalan cairan.
Air mani, atau semen, adalah cairan yang dikeluarkan selama ejakulasi. Secara umum, air mani yang sehat memiliki konsistensi yang sedikit kental dan berwarna putih keabu-abuan atau keputihan. Namun, banyak pria yang merasa khawatir ketika air mani yang dikeluarkan terlihat lebih encer dari biasanya. Apakah ini selalu menjadi pertanda buruk? Jawabannya tidak selalu demikian.
Kekentalan air mani dapat bervariasi dari satu ejakulasi ke ejakulasi berikutnya, dan hal ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk frekuensi ejakulasi, hidrasi, hingga kondisi kesehatan. Memahami penyebab umum air mani menjadi cair sangat penting untuk membedakan antara variasi normal dan kondisi yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut.
Ada beberapa faktor utama yang secara sementara atau berkepanjangan dapat memengaruhi viskositas (kekentalan) air mani Anda:
Ini adalah penyebab paling umum dan paling tidak mengkhawatirkan. Ketika seorang pria berejakulasi beberapa kali dalam rentang waktu yang singkat (misalnya, beberapa kali dalam sehari), volume cairan prostat dan vesikula seminalis yang memproduksi cairan utama semen belum sempat terisi kembali secara penuh dan belum sempat mengalami proses koagulasi (penggumpalan awal). Akibatnya, cairan yang dikeluarkan cenderung lebih banyak mengandung air, sehingga terlihat lebih cair.
Tubuh Anda membutuhkan cairan yang cukup untuk memproduksi cairan tubuh secara optimal, termasuk air mani. Jika Anda mengalami dehidrasi (kekurangan cairan), tubuh akan memprioritaskan fungsi vital lainnya, dan cairan yang tersedia mungkin lebih pekat atau, dalam beberapa kasus, produksi volume total menurun dan komposisinya menjadi lebih encer karena kurangnya cairan dasar.
Seiring bertambahnya usia, produksi sperma dan cairan semen cenderung menurun, yang terkadang dapat memengaruhi tekstur dan volume air mani secara keseluruhan.
Asupan nutrisi memainkan peran dalam kesehatan reproduksi. Kekurangan zinc atau nutrisi penting lainnya terkadang dikaitkan dengan perubahan pada kualitas dan konsistensi semen.
Intensitas dan durasi gairah seksual juga dapat memengaruhi konsistensi saat ejakulasi terjadi. Terkadang, air mani yang sangat encer keluar hanya pada ejakulasi pertama setelah periode pantang yang sangat lama.
Meskipun seringkali perubahan konsistensi bersifat sementara, air mani yang secara konsisten sangat cair, bening seperti air, dan disertai gejala lain mungkin mengindikasikan adanya masalah kesehatan yang perlu diperiksa:
Perubahan tekstur air mani yang sesekali terjadi biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, konsultasi dengan dokter spesialis urologi sangat disarankan jika Anda mengalami kondisi berikut secara berkelanjutan:
Dokter mungkin akan merekomendasikan analisis sperma (semen analizi) untuk mengevaluasi volume, pH, viskositas, motilitas, dan jumlah sel darah putih dalam sampel air mani Anda untuk menentukan penyebab pasti perubahan tersebut.