Ilustrasi konsep kesehatan reproduksi.
Keluarnya air mani adalah proses alami yang terkait erat dengan fungsi reproduksi pria. Normalnya, air mani dikeluarkan melalui ejakulasi selama aktivitas seksual atau mimpi basah (emisi nokturnal). Namun, beberapa pria mungkin mengalami kondisi di mana mereka merasa air mani keluar lebih sering dari yang dianggap normal, bahkan tanpa adanya stimulasi seksual yang jelas. Kondisi ini bisa menimbulkan kecemasan dan pertanyaan mengenai kesehatan. Memahami penyebab air mani keluar terus memerlukan peninjauan berbagai faktor, mulai dari fisiologis hingga psikologis.
Salah satu penyebab paling umum dari peningkatan frekuensi ejakulasi adalah faktor gaya hidup dan respons alami tubuh terhadap gairah seksual.
Meskipun seringkali tidak berbahaya, frekuensi ejakulasi yang sangat tinggi dan terasa tidak terkontrol mungkin mengindikasikan adanya kondisi medis yang mendasari. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika hal ini mengganggu kualitas hidup.
Peradangan pada kelenjar prostat (prostatitis) dapat menyebabkan iritasi pada saluran ejakulasi. Gejala prostatitis seringkali meliputi nyeri panggul, kesulitan buang air kecil, dan terkadang, peningkatan sensitivitas yang memicu ejakulasi dini atau lebih sering.
Iritasi pada area uretra atau kandung kemih, bahkan tanpa infeksi, kadang dapat memberikan sensasi tekanan yang mirip dengan kebutuhan untuk ejakulasi. Meskipun ini lebih sering berhubungan dengan urinasi, sensasi saraf di area tersebut bisa saling tumpang tindih.
Beberapa jenis obat, terutama yang memengaruhi neurotransmitter seperti antidepresan tertentu (walaupun beberapa justru menunda ejakulasi), dapat mengubah respons seksual dan frekuensi ejakulasi. Selalu konsultasikan dengan dokter mengenai efek samping obat yang sedang dikonsumsi.
Kesehatan mental memiliki peran besar dalam fungsi seksual pria. Kecemasan, stres, atau kondisi psikologis tertentu dapat memicu respons fisik yang salah.
Frekuensi ejakulasi yang normal sangat bervariasi antar individu. Bagi sebagian orang, ejakulasi beberapa kali sehari mungkin normal, sementara bagi yang lain, beberapa kali seminggu sudah dianggap sering. Fokus utama seharusnya bukan pada jumlah, melainkan pada dampak yang ditimbulkan.
Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan urolog atau spesialis kesehatan seksual jika kondisi air mani keluar terus menerus ini disertai dengan:
Penanganan akan sangat bergantung pada akar penyebabnya. Jika itu karena gaya hidup, penyesuaian perilaku mungkin cukup. Jika disebabkan oleh kondisi medis seperti prostatitis, pengobatan spesifik akan diperlukan untuk mengatasi peradangan.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti nasihat, diagnosis, atau pengobatan medis profesional. Jika Anda memiliki kekhawatiran kesehatan, selalu konsultasikan dengan dokter atau profesional kesehatan yang berkualifikasi.