Mengagumi Keagungan Isra: Kajian QS Al-Isra Ayat 1

Simbol Perjalanan Malam Ilustrasi bulan sabit di atas lanskap malam dengan garis cahaya melengkung menandakan perjalanan cepat.

Teks dan Makna Inti QS Al-Isra Ayat 1

Surat Al-Isra, yang juga dikenal sebagai Bani Israil, adalah salah satu surat di Juz 15 Al-Qur'an yang sarat makna historis dan spiritual. Ayat pertama dari surat ini (QS. Al-Isra: 1) merupakan pembuka yang monumental dan membuka cakrawala pemahaman kita tentang kebesaran Allah SWT.

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsa yang telah Kami berkati sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Ayat ini mengawali dengan pujian tertinggi, yaitu "Subhana" (Maha Suci), sebuah pengakuan bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan perjalanan agung ini berasal dari Zat yang sempurna, terlepas dari segala kekurangan pemahaman manusia. Peristiwa sentral yang diungkapkan adalah Isra'—perjalanan malam hari. Isra' adalah perjalanan Rasulullah Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem.

Hakikat Perjalanan Malam (Isra')

Perjalanan yang dimaksud dalam QS Al-Isra ayat 1 ini adalah perjalanan fisik luar biasa yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW. Kata "Asra Bi Abdihi" (memperjalankan hamba-Nya) menekankan status Nabi sebagai hamba Allah yang terpilih. Perjalanan ini terjadi pada waktu malam hari, waktu di mana akal manusia biasanya beristirahat, namun bagi Nabi, malam itu menjadi saksi atas manifestasi kuasa Tuhan.

Jarak tempuh dari Mekkah ke Yerusalem adalah jarak yang mustahil ditempuh dalam semalam dengan kecepatan manusia normal pada masa itu. Namun, karena kehendak dan kuasa Allah, perjalanan ini terlaksana, menunjukkan bahwa bagi Allah, waktu dan ruang hanyalah ciptaan yang tunduk pada perintah-Nya. Ini adalah bukti empiris pertama tentang mukjizat kenabian yang substansial, yang kemudian dilanjutkan dengan Mi'raj (naik ke langit).

Keutamaan Masjidil Aqsa dan Berkah Sekelilingnya

Ayat ini secara eksplisit menyebutkan tujuan perjalanan, yaitu Al-Masjidil Aqsa, yang oleh para mufassir diidentifikasi sebagai lokasi di Yerusalem. Allah SWT menambahkan deskripsi penting: "yang telah Kami berkati sekelilingnya." Pemberkahan ini mencakup berbagai aspek. Pertama, dari segi spiritual, Masjidil Aqsa adalah kiblat pertama umat Islam dan tempat suci ketiga yang sangat dimuliakan. Kedua, dari segi geografis, wilayah Syam (Palestina) dikenal subur dan makmur pada masanya.

Perjalanan ini bukan sekadar wisata religius. Tujuannya sangat jelas: "agar Kami perlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami." Di tempat yang diberkahi itu, Rasulullah SAW disuguhi pemandangan yang meneguhkan hati dan memperkuat pijakan dakwah beliau. Ini adalah penguatan langsung dari Allah kepada Rasul-Nya setelah melalui periode dakwah yang penuh tantangan di Mekkah, terutama setelah wafatnya Khadijah dan Abu Thalib.

Penutup: Sifat Allah yang Maha Mendengar dan Maha Melihat

Ayat ditutup dengan dua sifat mulia Allah, "Innahu Huwas Samii’ul Bashiir" (Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat). Penutup ini sangat relevan. Allah mendengar setiap bisikan doa Nabi selama perjalanan, dan Allah melihat seluruh situasi umat, kondisi Nabi, serta peristiwa agung yang baru saja terjadi. Ini memberikan jaminan keamanan dan pengawasan ilahi bagi setiap langkah perjuangan kebenaran.

Kajian mendalam terhadap QS Al-Isra ayat 1 mengajarkan kita tentang kebenaran janji Allah, keagungan mukjizat, dan pentingnya mengaitkan setiap perjalanan hidup—bahkan yang paling sulit—dengan kebesaran dan pengawasan Ilahi. Perjalanan malam itu adalah pengingat bahwa di balik kegelapan malam, terdapat cahaya bimbingan dan bukti nyata dari kekuatan Yang Maha Kuasa.

🏠 Homepage