Tafsir Surat Al-Hijr Ayat 15

Simbol Peringatan & Cahaya Visualisasi Konsep Peringatan Ilahi

Gambar ini merepresentasikan konsep peringatan yang seringkali datang dalam bentuk teguran atau pelajaran hidup.

Teks Al-Qur'an Surat Al-Hijr Ayat 15

لَّن نَّزَغْنَا بَيْنَهُمُ الْقَتْلَىٰ ۖ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ
(Orang-orang kafir berkata), "Sesungguhnya kami hanyalah diberi mimpi (atau) kami telah didustakan."

Ayat ke-15 dari Surah Al-Hijr (QS. 15:15) ini merupakan bagian dari rangkaian ayat yang mencatat respons atau sanggahan dari kaum musyrikin Mekkah terhadap seruan tauhid yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Ayat ini secara spesifik merefleksikan sikap keras kepala dan penolakan mereka terhadap kebenaran wahyu yang mereka anggap sebagai hal yang tidak masuk akal atau bahkan sekadar ilusi.

Konteks Penolakan dan Pengingkaran

Untuk memahami kedalaman makna Al-Hijr ayat 15, kita perlu melihat konteks sebelum dan sesudahnya. Ayat-ayat sebelumnya membahas tentang bagaimana orang-orang kafir mendustakan kenabian dan wahyu. Ketika dihadapkan pada bukti-bukti kebenaran, atau ketika Nabi SAW menjelaskan tentang hari pembalasan dan kebangkitan, respons mereka seringkali bersifat meremehkan.

Mereka menggunakan dua dalih utama dalam penyangkalan mereka: "Sesungguhnya kami hanyalah diberi mimpi" (yang mengindikasikan bahwa wahyu atau peringatan itu dianggap sebagai khayalan atau gangguan tidur) dan "Atau kami telah didustakan" (sebagai bentuk penolakan langsung terhadap keotentikan risalah yang dibawa). Kalimat ini menunjukkan bahwa mereka menutup mata dan telinga terhadap kebenaran, bahkan rela menuduh Nabi SAW sebagai pembohong atau menganggap petunjuk ilahi sebagai hal yang tidak substansial seperti mimpi belaka.

Peringatan Keras dari Allah SWT

Ayat selanjutnya (ayat 16 dan seterusnya) segera memberikan bantahan tegas dari Allah SWT atas klaim mereka tersebut. Ayat 15 ini berfungsi sebagai pengutip langsung klaim pengingkaran mereka, sebelum Allah SWT memberikan penekanan bahwa peringatan yang disampaikan bukanlah main-main. Penekanan ini sangat penting karena menunjukkan bahwa penolakan manusia terhadap kebenaran harus dihadapi dengan penjelasan yang kuat mengenai konsekuensi penolakan tersebut.

Pelajaran Bagi Umat Muslim

Surat Al-Hijr, secara umum, kaya akan pelajaran tentang sejarah umat terdahulu dan keagungan ciptaan Allah. Khusus ayat 15 ini, memberikan pelajaran berharga mengenai bahaya kesombongan intelektual dan spiritual. Ketika seseorang telah menetapkan hati pada kesesatan, sulit baginya untuk menerima kebenaran, bahkan jika kebenaran itu disajikan dengan bukti yang jelas.

Sikap "menganggap wahyu sebagai mimpi" adalah metafora bagi setiap bentuk penolakan yang didasari oleh hawa nafsu dan keengganan untuk berubah. Ini mengingatkan kita bahwa respons yang benar terhadap peringatan Ilahi—baik itu melalui Al-Qur'an, hadis, maupun nasihat yang membangun—adalah dengan merenung dan memverifikasi, bukan sekadar menolaknya sebagai ilusi atau dusta tanpa dasar.

Ayat ini menggarisbawahi konsistensi Allah dalam menyampaikan kebenaran. Meskipun orang-orang kafir berusaha mereduksi risalah tersebut menjadi sekadar dongeng tidur, Allah menegaskan bahwa janji dan ancaman-Nya adalah nyata dan pasti akan terjadi. Pemahaman mendalam terhadap ayat ini memperkuat keimanan kita bahwa Al-Qur'an adalah kalamullah yang otentik, bukan karangan manusia.

Relevansi di Era Modern

Dalam konteks kontemporer, penolakan terhadap petunjuk agama seringkali muncul dalam bentuk rasionalisasi berlebihan atau menganggap ajaran agama sebagai peninggalan masa lalu yang tidak relevan dengan logika modern. Sikap ini sangat mirip dengan apa yang digambarkan dalam Al-Hijr ayat 15, di mana kenyataan spiritual diturunkan derajatnya menjadi sekadar "mimpi" atau "khayalan".

Oleh karena itu, merenungi ayat ini adalah upaya untuk membersihkan hati dari prasangka, mengakui kebenaran yang datang dari sumber Yang Maha Benar, dan senantiasa waspada agar kita tidak termasuk golongan yang mengingkari nikmat dan peringatan yang telah Allah berikan kepada kita.

🏠 Homepage