Menggali Hikmah: Quran Surat Al-Isra Ayat 55

Al-Qur'an adalah sumber petunjuk Ilahi yang komprehensif bagi umat manusia. Setiap ayat mengandung hikmah, pelajaran, dan penegasan akidah yang mendalam. Salah satu ayat yang sering menjadi perenungan adalah Surat Al-Isra (atau Bani Israil) ayat 55. Ayat ini singkat namun padat maknanya, menegaskan keunikan Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan yang berhak disembah.

Teks Surat Al-Isra Ayat 55

۞ وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِمَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيِّينَ عَلَىٰ بَعْضٍ وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا

"Dan Tuhanmu Maha Mengetahui siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi. Dan sungguh, Kami telah melebihkan sebagian para nabi atas sebagian yang lain, dan Kami berikan kitab Zabur kepada Daud." (QS. Al-Isra: 55)

Penjelasan dan Konteks Ayat

Ayat ke-55 dari Surat Al-Isra ini berfungsi sebagai penutup dari serangkaian bantahan terhadap klaim kaum musyrik Mekah yang menyembah selain Allah. Setelah menegaskan bahwa mereka tidak memiliki wali selain Allah (ayat 54), ayat 55 ini membawa perspektif yang lebih luas mengenai kekuasaan dan pengetahuan Allah SWT.

1. Keilmuan Allah yang Mutlak

Frasa pertama, "Dan Tuhanmu Maha Mengetahui siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi," adalah penegasan fundamental tentang sifat Allah, yaitu Al-'Alim (Maha Mengetahui). Pengetahuan-Nya mencakup seluruh alam semesta, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, baik di lapisan langit maupun di kedalaman bumi. Ini berarti tidak ada satu pun makhluk—malaikat, jin, manusia, atau entitas lain—yang luput dari pengawasan dan pengetahuan-Nya. Bagi kaum musyrik yang menyembah berhala atau entitas lain, pengakuan ini seharusnya mengarahkan mereka untuk menyadari bahwa sesembahan mereka tidak memiliki pengetahuan setara dengan Allah.

2. Keutamaan dan Pembedaan Derajat Nabi

Bagian kedua ayat ini menyebutkan: "Dan sungguh, Kami telah melebihkan sebagian para nabi atas sebagian yang lain." Dalam Islam, semua nabi dan rasul adalah utusan Allah yang mulia dan terpilih. Namun, Allah menetapkan tingkatan atau keutamaan tertentu bagi sebagian dari mereka (disebut Ulul Azmi minan-Nabi atau Nabi yang memiliki keteguhan hati luar biasa).

Penegasan ini penting untuk meluruskan pemahaman. Meskipun semua nabi membawa risalah tauhid, terdapat perbedaan dalam ujian, kesabaran, dan derajat mereka di sisi Allah. Ayat ini menunjukkan bahwa preferensi dan pemberian status adalah hak prerogatif Allah semata, bukan hak manusia untuk menolaknya.

3. Pemberian Kitab Zabur kepada Nabi Daud AS

Ayat ini kemudian memberikan contoh spesifik: "...dan Kami berikan kitab Zabur kepada Daud." Kitab Zabur (Mazmur) adalah salah satu dari empat kitab suci besar yang diwahyukan Allah (selain Taurat, Injil, dan Al-Qur'an). Pemberian kitab ini secara khusus kepada Nabi Daud AS menunjukkan bahwa Allah menganugerahkan keistimewaan kepada hamba-Nya yang Dia kehendaki. Kitab Zabur dikenal karena sifatnya yang menekankan pujian, zikir, dan hikmah dalam bentuk syair dan nyanyian rohani, yang sesuai dengan keahlian dan kondisi dakwah Nabi Daud pada masanya.

Hubungan Ayat dengan Konteks Surah

Secara keseluruhan, Surat Al-Isra ayat 55 memperkuat inti ajaran Islam, yaitu tauhid. Dengan menegaskan pengetahuan Allah yang meliputi seluruh ciptaan, ayat ini menolak segala bentuk kesyirikan. Jika Allah Maha Mengetahui segala yang tersembunyi di langit dan bumi, mengapa manusia harus berpaling kepada tandingan-Nya yang serba terbatas?

Selain itu, ayat ini juga mengandung pelajaran mengenai ketaatan terhadap otoritas Ilahi dalam menentukan keutamaan. Manusia tidak berhak mempertanyakan mengapa Nabi A lebih utama dari Nabi B, karena penentuan tersebut murni berasal dari Yang Maha Tahu, yaitu Allah SWT. Kesaksian atas kelebihan Nabi Daud AS dengan kitabnya adalah bagian dari kebesaran Allah dalam memberikan rahmat dan wahyu kepada pilihan-Nya.

Ilustrasi Simbolis Ayat

Bayangkan alam semesta yang luas membentang, dari galaksi terjauh hingga sel terkecil. Semua itu berada dalam genggaman ilmu Allah.

عَلِيمٌ (Maha Mengetahui) Allah Maha Mengetahui segalanya di Langit dan Bumi.

Visualisasi representatif tentang keluasan ilmu Allah dan karunia-Nya kepada para nabi.

Pelajaran Spiritual dalam Ayat 55

Memahami Al-Isra ayat 55 mengajarkan kita pentingnya membatasi kekaguman dan penyembahan hanya pada entitas yang benar-benar memiliki otoritas absolut. Dalam kehidupan modern, godaan untuk mengagungkan kekuatan duniawi, popularitas, atau kekayaan sering muncul. Ayat ini mengingatkan bahwa di balik semua fenomena yang kita lihat, ada Sang Pencipta yang mengawasi dan mengetahui niat terdalam setiap makhluk.

Pengakuan akan keutamaan yang diberikan Allah kepada para nabi seharusnya menumbuhkan rasa hormat dan penerimaan kita terhadap ajaran yang mereka bawa, tanpa perlu membandingkan secara dangkal. Fokus utama kita harus tetap pada tauhid—mengakui bahwa hanya Allah yang memiliki hak mutlak untuk memberi anugerah, wahyu, dan menetapkan derajat.

Ayat ini adalah penegasan bahwa meskipun Allah telah memuliakan hamba-hamba-Nya dengan wahyu dan kedudukan khusus, kedaulatan dan pengetahuan tertinggi selalu dimiliki oleh-Nya sendiri. Ini mendorong seorang mukmin untuk selalu rendah hati di hadapan kebesaran dan ilmu Allah yang tak terbatas.

🏠 Homepage