Ilustrasi: Cahaya Petunjuk (Nur) yang Diberikan.
Ayat keenam belas dari Surat Al-Maidah ini merupakan seruan ilahi yang sangat mendalam dan tegas, ditujukan secara langsung kepada kaum mukminin. Ayat ini tidak hanya mengingatkan, tetapi juga menuntut pembaruan dan penguatan komitmen iman. Ayat dimulai dengan panggilan mulia: "Wahai orang-orang yang beriman! Berimanlah..." (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا).
Panggilan "berimanlah" kepada mereka yang sudah beriman memiliki beberapa implikasi mendalam. Pertama, ini menunjukkan bahwa iman bukanlah status statis; ia memerlukan pemeliharaan, penegasan, dan peningkatan berkelanjutan. Di tengah godaan duniawi, tantangan ideologis, atau kelelahan spiritual, Allah memerintahkan hamba-Nya untuk kembali menancapkan fondasi keimanan mereka. Iman harus terus menerus diperbaharui agar tidak menjadi formalitas kosong.
Perintah beriman ini kemudian dirinci menjadi tiga komponen esensial yang harus dipegang teguh oleh seorang mukmin:
Setelah menekankan urgensi keimanan yang menyeluruh, ayat ini memberikan peringatan keras mengenai konsekuensi dari kekufuran. Ayat tersebut menyatakan, "Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan Hari Kemudian, maka sungguh dia telah tersesat sangat jauh."
Daftar kekufuran yang disebutkan mencakup enam pilar keimanan (Rukun Iman). Kekufuran terhadap salah satu pilar ini, berdasarkan konteks ayat ini, dianggap sebagai penyimpangan total. Kata "tersesat sangat jauh" (ضَلَالًا بَعِيدًا) memberikan gambaran tentang betapa berbahayanya kesesatan tersebut; bukan sekadar sedikit keliru, melainkan keluar dari jalur kebenaran secara menyeluruh, menjauh dari rahmat dan petunjuk ilahi.
Secara kontekstual, ayat ini sering kali diturunkan di masa-masa genting ketika umat Islam menghadapi keraguan dan godaan dari berbagai pihak—baik dari orang munafik maupun ahli kitab yang menolak otoritas kerasulan Nabi Muhammad ﷺ. Al-Maidah ayat 16 berfungsi sebagai penegasan kembali bagi internal umat Islam tentang apa yang benar-benar harus mereka pegang teguh sebagai identitas keimanan mereka, agar tidak goyah dalam menghadapi perbedaan dan tekanan eksternal. Ayat ini mengingatkan bahwa keberkahan dan keselamatan hanya ada dalam menerima totalitas risalah Allah secara konsisten.