Kekhawatiran mengenai kualitas air mani adalah hal yang umum dialami oleh banyak pria yang sedang berusaha untuk memiliki keturunan atau sekadar memperhatikan kesehatan reproduksinya. Salah satu parameter yang sering diperhatikan adalah kekentalan air mani. Normalnya, air mani akan menggumpal sesaat setelah ejakulasi, kemudian mencair dalam waktu 15 hingga 30 menit. Namun, jika air mani secara konsisten terlihat sangat encer dan tidak menggumpal, hal ini bisa menjadi indikasi adanya masalah yang perlu ditelusuri, terutama terkait sebab sperma encer.
Kekentalan air mani sangat dipengaruhi oleh komposisi cairan semen, yang terdiri dari sperma (hanya sekitar 2-5%) dan cairan dari berbagai kelenjar seperti vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar bulbourethral. Cairan inilah yang memberikan volume dan nutrisi bagi sperma. Jika terdapat gangguan pada produksi atau keseimbangan cairan ini, kekentalan air mani bisa berubah.
Ada beberapa kondisi dan gaya hidup yang dapat berkontribusi pada masalah sebab sperma encer:
Jika jumlah sperma dalam ejakulat sangat rendah, volume cairan keseluruhan mungkin tetap ada, tetapi konsentrasi sel sperma yang sedikit membuat cairan tampak lebih bening dan encer. Beberapa penyebab rendahnya jumlah sperma meliputi:
Kelenjar prostat dan vesikula seminalis bertanggung jawab memproduksi sebagian besar cairan semen. Jika salah satu kelenjar ini mengalami disfungsi, misalnya karena infeksi (prostatitis) atau obstruksi, komposisi cairan bisa berubah drastis. Cairan semen yang terlalu banyak berasal dari cairan prostat tanpa viskositas yang memadai akan menghasilkan air mani yang encer.
Ejakulasi yang sangat sering dalam waktu singkat (misalnya, beberapa kali sehari) dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi kembali cairan semen yang kaya akan komponen pelindung dan nutrisi. Akibatnya, ejakulat yang dihasilkan mungkin memiliki volume cairan yang lebih besar relatif terhadap zat pembentuk gel, sehingga tampak lebih encer.
Ini adalah salah satu sebab sperma encer yang paling sederhana dan mudah diatasi. Air mani sebagian besar terdiri dari air. Jika pria mengalami dehidrasi signifikan, tubuh akan berusaha menghemat cairan, termasuk dalam produksi semen, yang bisa menyebabkan ejakulat tampak lebih sedikit dan encer.
Beberapa jenis obat, terutama yang memengaruhi kadar hormon (seperti terapi penggantian testosteron atau beberapa obat kemoterapi) dan obat untuk mengatasi ejakulasi dini, dapat memengaruhi volume dan kekentalan air mani.
Meskipun air mani yang encer saja tidak secara otomatis berarti mandul, hal ini sering kali menjadi penanda adanya masalah mendasar yang dapat memengaruhi kesuburan:
Penting untuk dicatat bahwa warna dan konsistensi air mani dapat bervariasi dari hari ke hari. Namun, jika kondisi encer ini persisten dan disertai dengan masalah kesuburan lainnya, konsultasi dengan ahli urologi atau spesialis kesuburan sangat dianjurkan untuk mendapatkan diagnosis yang akurat mengenai sebab sperma encer.
Mengatasi sebab sperma encer seringkali melibatkan perubahan gaya hidup:
Penanganan medis mungkin diperlukan jika penyebabnya adalah infeksi atau ketidakseimbangan hormon, yang biasanya memerlukan resep obat spesifik dari dokter.