Pertanyaan mengenai bagaimana dan dari mana sperma keluar dari tubuh pria adalah bagian mendasar dari pemahaman fungsi reproduksi. Proses pengeluaran (ejakulasi) melibatkan serangkaian tahapan yang kompleks, melibatkan organ-organ sistem reproduksi pria.
Sperma, atau spermatozoa, adalah sel reproduksi jantan yang bertanggung jawab untuk membawa materi genetik (DNA) ke sel telur (ovum) wanita untuk memulai pembuahan. Produksi sperma terjadi di testis melalui proses yang disebut spermatogenesis. Setelah matang, sperma disimpan sementara di epididimis sebelum siap dilepaskan.
Sebelum sperma benar-benar keluar dari tubuh, ia menempuh jalur tertentu. Sperma yang matang di epididimis bergerak menuju vas deferens. Vas deferens adalah saluran otot yang akan membawa sperma naik ke rongga panggul. Selama perjalanan ini, sperma akan bercampur dengan cairan dari kelenjar aksesori, yaitu vesikula seminalis dan kelenjar prostat. Cairan inilah yang membentuk komponen utama air mani (semen).
Kelenjar prostat menyumbangkan cairan yang mengandung enzim dan zat yang membantu motilitas (pergerakan) sperma. Sementara itu, vesikula seminalis menyumbangkan cairan fruktosa yang berfungsi sebagai sumber energi utama bagi sperma setelah dikeluarkan.
Proses ketika sperma keluar dari tubuh pria dikenal sebagai ejakulasi, yang biasanya terjadi selama orgasme. Ejakulasi adalah proses refleks yang diatur oleh sistem saraf pusat dan melibatkan dua fase utama:
Intensitas kontraksi otot selama ekspulsi menentukan jarak dan kekuatan semburan air mani yang keluar.
Volume air mani yang dikeluarkan saat ejakulasi bervariasi antar individu, tetapi rata-rata berkisar antara 1,5 hingga 5 mililiter per ejakulasi. Jumlah sperma di dalamnya juga bervariasi, namun jumlah yang dianggap subur seringkali melebihi 15 juta sperma per mililiter.
Frekuensi sperma keluar dari tubuh sangat individual. Ini dapat dipengaruhi oleh faktor hormonal, kesehatan umum, tingkat gairah seksual, dan juga periode abstinensi (tidak ejakulasi). Tubuh terus memproduksi sperma setiap hari, dan pelepasan yang lebih sering mungkin menghasilkan volume air mani yang sedikit lebih rendah, namun proses produksi terus berlanjut.
Penting untuk dipahami bahwa yang keluar saat ejakulasi bukanlah hanya sperma murni. Sperma hanyalah komponen mikroskopis dari total cairan yang disebut air mani (semen). Mayoritas volume air mani (sekitar 90-95%) terdiri dari cairan pelindung dan nutrisi yang diproduksi oleh kelenjar prostat dan vesikula seminalis. Fungsi utama cairan tambahan ini adalah untuk melarutkan sperma dan memberikan lingkungan yang optimal agar sperma dapat bertahan hidup dan bergerak secara efisien setelah sperma keluar dari saluran reproduksi pria menuju saluran reproduksi wanita.
Pemahaman tentang proses ini sangat krusial, baik dari sudut pandang kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, maupun pemahaman dasar anatomi tubuh manusia.