Bagi banyak pria, pertanyaan mengenai frekuensi dan waktu keluarnya sperma seringkali menimbulkan kekhawatiran. Istilah "sperma selalu keluar" bisa merujuk pada beberapa kondisi berbeda, mulai dari ejakulasi yang sangat sering, hingga kebocoran cairan tanpa adanya rangsangan seksual yang disengaja. Memahami konteks ini sangat penting karena dampaknya bisa bervariasi, mulai dari efek psikologis hingga indikasi kondisi medis tertentu.
Ejakulasi adalah proses pelepasan semen dari uretra selama orgasme. Frekuensi normal sangat bervariasi antar individu. Beberapa pria mungkin ejakulasi beberapa kali sehari, sementara yang lain hanya beberapa kali seminggu. Tidak ada angka pasti yang dianggap "benar" atau "salah" secara universal, selama hal tersebut tidak mengganggu fungsi harian atau menyebabkan ketidaknyamanan fisik atau emosional.
Namun, jika yang dimaksud adalah keluarnya cairan secara konstan atau sangat sering tanpa ejakulasi formal, ini biasanya mengarah pada kondisi yang berbeda, seperti kebocoran cairan pra-ejakulasi (pre-cum) atau kondisi medis lainnya.
Jika yang Anda maksud adalah keluarnya cairan mirip sperma (atau cairan semen) secara terus-menerus di luar konteks hubungan seksual atau masturbasi, ada beberapa kemungkinan penyebab yang perlu dipertimbangkan:
Cairan pra-ejakulasi adalah cairan bening yang dilepaskan dari uretra saat gairah seksual meningkat, sebelum ejakulasi utama terjadi. Fungsi utamanya adalah melumasi uretra dan menetralkan keasaman sisa urin. Bagi sebagian pria, produksi cairan ini bisa cukup banyak sehingga terasa seperti "selalu keluar" saat terjadi peningkatan gairah sesaat (misalnya saat menonton konten erotis atau bahkan saat mimpi basah).
Mimpi basah adalah ejakulasi spontan saat tidur. Meskipun ini adalah fenomena fisiologis yang normal, frekuensinya bisa meningkat pada masa remaja atau ketika seorang pria menahan diri dari aktivitas seksual untuk waktu yang lama. Jika ini terjadi hampir setiap malam, mungkin terasa seperti kondisi yang terjadi "selalu".
Dalam kasus yang lebih jarang, keluarnya cairan secara terus-menerus bisa terkait dengan masalah pada otot sfingter uretra atau masalah prostat. Misalnya, kondisi seperti prostatitis (peradangan prostat) atau, pada pria yang lebih tua, masalah dengan otot kandung kemih, dapat menyebabkan kebocoran urine atau semen dalam jumlah kecil secara inkontinen.
Jika cairan yang keluar berwarna keruh, disertai rasa sakit saat buang air kecil, atau disertai demam, konsultasi medis sangat dianjurkan untuk menyingkirkan infeksi.
Kekhawatiran tentang frekuensi keluarnya sperma seringkali lebih bersifat psikologis ketimbang medis, terutama jika volume cairan yang keluar sedikit dan tidak menyakitkan. Namun, ada beberapa tanda peringatan yang menunjukkan bahwa Anda perlu menemui dokter urologi:
Jika kondisi "sperma selalu keluar" lebih mengacu pada tingkat gairah yang tinggi atau ejakulasi yang sangat sering, pengelolaan gaya hidup dapat membantu:
Intinya, selama keluarnya cairan tersebut tidak menimbulkan gejala patologis dan tidak mengganggu kualitas hidup Anda, kemungkinan besar ini adalah variasi normal dari fisiologi reproduksi pria. Namun, setiap perubahan signifikan atau rasa sakit harus selalu diperiksakan untuk diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.