Visualisasi indikator kualitas sperma yang baik.
Bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, kualitas sperma merupakan salah satu pilar utama dalam menentukan keberhasilan konsepsi. Meskipun seringkali fokus tertuju pada faktor wanita, kontribusi pria melalui kualitas sel spermanya memegang peran yang sangat krusial. Sperma terbaik tidak hanya diukur dari jumlahnya, tetapi juga dari berbagai parameter teknis yang menunjukkan kemampuan sperma untuk mencapai dan membuahi sel telur secara efisien.
Analisis sperma atau seminogram adalah alat diagnostik standar untuk mengevaluasi parameter ini. Parameter-parameter ini diklasifikasikan berdasarkan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menilai apakah sampel semen menunjukkan potensi kesuburan yang tinggi atau rendah.
Untuk digolongkan sebagai "terbaik" atau setidaknya berada dalam rentang normal yang sehat, sperma harus memenuhi empat kriteria utama: konsentrasi (jumlah), motilitas (pergerakan), morfologi (bentuk), dan volume ejakulat.
Ini mengacu pada jumlah sperma yang ditemukan per mililiter (ml) cairan semen. Konsentrasi yang ideal memastikan bahwa terdapat cukup banyak kandidat sperma yang berenang menuju tuba falopi. Standar WHO saat ini menetapkan bahwa konsentrasi minimal adalah 15 juta sperma per ml. Jumlah yang lebih tinggi tentu meningkatkan peluang keberhasilan fertilisasi.
Sperma harus mampu berenang dengan efektif untuk menempuh perjalanan panjang menuju sel telur. Motilitas dibagi menjadi tiga kategori: progresif (bergerak maju dengan cepat), non-progresif (bergerak tetapi tidak maju), dan immotil (tidak bergerak sama sekali). Sperma terbaik harus memiliki motilitas progresif yang tinggi, minimal 40% dari total sperma yang bergerak. Pergerakan yang kuat adalah kunci utama daya tahan sperma.
Morfologi menilai bentuk dan struktur sperma. Sperma yang normal memiliki kepala oval, leher yang jelas, dan ekor yang panjang serta utuh. Bentuk yang abnormal (kepala terlalu besar, ekor bengkok, atau bentuk ganda) dapat menghambat kemampuan sperma menembus dinding sel telur. Kriteria untuk morfologi yang baik, berdasarkan kriteria Kruger yang ketat, menuntut setidaknya 4% sperma memiliki bentuk normal. Meskipun angkanya terlihat kecil, sperma dengan morfologi sempurna ini memiliki kualitas genetik terbaik.
Volume semen juga penting, karena berfungsi sebagai media pelindung dan transportasi. Volume idealnya adalah 1,5 ml atau lebih. Volume yang terlalu rendah (hipospermia) dapat mengurangi jumlah sperma total yang dilepaskan saat ejakulasi.
Kualitas sperma sangat dipengaruhi oleh gaya hidup dan kesehatan umum pria. Memproduksi sperma berkualitas tinggi membutuhkan waktu sekitar 70 hingga 90 hari, sehingga perubahan gaya hidup yang dilakukan hari ini akan memengaruhi sampel yang dihasilkan beberapa bulan mendatang.
Mencapai kriteria "sperma terbaik" adalah hasil dari kombinasi genetika yang baik dan komitmen terhadap gaya hidup sehat. Bagi pasangan yang mengalami kesulitan hamil dan dicurigai adanya faktor pria, konsultasi dengan ahli andrologi dan menjalani analisis sperma adalah langkah awal yang sangat direkomendasikan. Peningkatan kualitas sperma dapat dicapai melalui modifikasi gaya hidup dan, dalam beberapa kasus, dukungan suplemen nutrisi yang spesifik.