Surah Al-Hijr adalah surah ke-15 dalam urutan mushaf, dan ayat pertamanya, "Alif, Laam, Miim," membawa kita langsung ke dalam misteri dan keagungan wahyu ilahi. Ayat pembuka ini, yang dikenal sebagai Al-Muqatta'at (huruf-huruf terpotong), adalah pembuka bagi lima surah lainnya, menandakan permulaan yang penuh makna dan memerlukan perenungan mendalam.
Misteri di Balik Huruf-Huruf Terpotong
Meskipun para ulama telah menawarkan berbagai penafsiran mengenai arti sebenarnya dari "Alif, Laam, Miim," konsensus umum adalah bahwa huruf-huruf ini merupakan salah satu mukjizat bahasa Al-Qur'an. Mereka adalah tanda bahwa Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab, yang terbuat dari huruf-huruf yang sama dengan yang digunakan oleh bangsa Arab pada masa itu. Namun, ketidakmampuan mereka untuk meniru atau menyusun ayat seindah Al-Qur'an meskipun hanya dengan huruf-huruf yang mereka kenal adalah bukti keotentikan Ilahi kitab suci ini.
Al-Hijr, yang berarti "jalan berbatu" atau "tempat yang kering," memberikan latar belakang yang menarik bagi surah ini. Surah ini membahas kisah kaum Nabi Shaleh dan kaum Tsamud, yang hidup di daerah berbatu dan tandus, sebagai pelajaran tentang konsekuensi pengabaian terhadap peringatan Ilahi. Ayat pembuka ini sekaligus menjadi pengantar naratif yang akan membentang dalam ayat-ayat berikutnya.
Korelasi dengan Ayat Selanjutnya
Ayat kedua langsung melanjutkan: "Itulah ayat-ayat Kitab (Al-Qur'an) yang jelas." Ini menegaskan bahwa meskipun ayat pertama terdiri dari huruf-huruf misterius, keseluruhan kitab ini adalah wahyu yang terang dan nyata. Di sinilah letak keindahan paradoks dalam Al-Qur'an: ada aspek yang membutuhkan perenungan mendalam (seperti Al-Muqatta'at), dan ada aspek yang sangat jelas serta mudah dipahami.
Bagi seorang Muslim yang membaca Surah Al-Hijr ayat 1, ini adalah undangan untuk merenungkan kedalaman teks suci. Setiap huruf, setiap kombinasi, mengandung hikmah. Ini menuntut kerendahan hati intelektual; mengakui bahwa pemahaman manusia terbatas, dan sumber kebenaran datang dari Yang Maha Tahu. Huruf-huruf ini berfungsi sebagai penanda awal dari serangkaian ayat yang akan membahas tauhid, kisah para nabi, dan peringatan keras bagi mereka yang menolak kebenaran.
Fokus pada Kejelasan dan Keabadian
Mengapa Allah memulai surah ini, dan beberapa surah lainnya, dengan kombinasi huruf yang tidak langsung memiliki makna leksikal yang mudah dipahami? Banyak mufassir berpendapat bahwa ini adalah tantangan berkelanjutan terhadap mereka yang menyangkal keaslian Al-Qur'an. Jika Muhammad SAW adalah pembuatnya, mengapa ia memulai dengan rangkaian huruf yang tidak logis dalam konteks tata bahasa Arab? Ini adalah bukti bahwa sumbernya bukan dari dirinya sendiri, melainkan dari sumber yang menciptakan huruf itu sendiri.
Oleh karena itu, Surah Al-Hijr ayat 1 bukan sekadar pembukaan; ia adalah fondasi yang dibangun di atas misteri yang hanya dapat dipecahkan oleh petunjuk ilahi. Surah ini mempersiapkan pembaca untuk menerima ayat-ayat selanjutnya yang akan menguatkan argumen ketuhanan, mulai dari keajaiban penciptaan hingga kisah-kisah umat terdahulu yang menjadi pelajaran berharga bagi generasi pembaca Al-Qur'an hingga akhir zaman. Kejelasan yang dijanjikan pada ayat kedua segera menyusul, menegaskan bahwa meskipun ada misteri, pesan utamanya adalah kebenaran yang terang benderang.