Surah Al Hijr (QS. 15) dan Terjemahannya

Ilustrasi Batu dan Pohon Gambar sederhana batu besar dan pohon hijau, melambangkan keindahan ciptaan alam.

Pengantar Surah Al-Hijr

Surah Al-Hijr, yang berarti "Batu Karang", adalah surah ke-15 dalam urutan mushaf Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 99 ayat dan termasuk dalam kelompok surah Makkiyah, yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Nama surah ini diambil dari kisah kaum Tsamud yang tinggal di daerah bernama Al-Hijr, di mana mereka memahat rumah-rumah mereka di gunung namun kemudian diazab karena kekafiran mereka.

Secara tematik, Surah Al-Hijr membahas berbagai topik penting, termasuk keesaan Allah SWT, kebenaran Al-Qur'an, kisah-kisah umat terdahulu sebagai pelajaran (seperti kaum Nabi Luth dan Tsamud), pentingnya bersabar dalam berdakwah, dan deskripsi kenikmatan surga bagi orang-orang yang bertakwa. Surah ini juga menegaskan bahwa setiap umat memiliki bagiannya masing-masing dan bahwa Allah Maha Pemelihara ciptaan-Nya.

Surah Al-Hijr (15)

1
الۤمۤ
Alif, Lam, Ra.
2
تِلْكَ ءَايَٰتُ ٱلْكِتَٰبِ وَقُرْءَانٍ مُّبِينٍ
Itulah ayat-ayat Kitab (Al-Qur'an) dan (ayat-ayat) Al-Qur'an yang menjelaskan.
3
رُّبَمَا يَوَدُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَوْ كَانُوا۟ مُسْلِمِينَ
Boleh jadi orang-orang yang kafir itu akan (suatu saat) menginginkan seandainya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang Muslim.
4
ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا۟ وَيَتَمَتَّعُوا۟ وَيُلْهِهِمُ ٱلْأَمَلُ ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ
Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan (dengan) angan-angan, maka kelak mereka akan mengetahui.
5
وَمَآ أَهْلَكْنَا مِن قَرْيَةٍ إِلَّا وَلَهَا كِتَابٌ مَّعْلُومٌ
Dan berapa banyak negeri yang telah Kami binasakan, yang telah ditetapkan waktu kebinasaannya bagi mereka, dan tidak dapat mereka mintakan penundaan sesaat pun dan tidak pula mendahuluinya.
6
وَقَالُوا۟ يَآ أَيُّهَا ٱلَّذِى نُزِّلَ عَلَيْهِ ٱلذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ
Dan mereka berkata: "Wahai orang yang diturunkan Al-Kitab (Al-Qur'an) kepadanya! Sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila,"
80
وَلَقَد كَذَّبَ أَصْحَٰبُ ٱلْحِجْرِ ٱلْمُرْسَلِينَ
Dan sesungguhnya penduduk Al-Hijr telah mendustakan para rasul.
81
وَءَاتَيْنَٰهُمْ ءَايَٰتِنَا فَكَانُوا۟ عَنْهَا مُعْرِضِينَ
Dan Kami telah memberikan kepada mereka tanda-tanda Kami, tetapi mereka selalu berpaling daripadanya.
82
وَكَانُوا۟ يَنْحِتُونَ مِنَ ٱلْجِبَالِ بُيُوتًا ءَاْمِنِينَ
Dan mereka memahat rumah-rumah mereka dari gunung-gunung (sebagai) kehormatan diri (mereka sendiri).
83
فَأَخَذَتْهُمُ ٱلصَّيْحَةُ مُصْبِحِينَ
Maka mereka disambar petir (suara yang menggelegar) pada pagi hari.
99
فَٱسْتَعْبِدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ ٱلْيَقِينُ
Maka sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu ajal (kematian).

Refleksi Kandungan Al-Hijr

Surah Al-Hijr memberikan penegasan kuat mengenai realitas Islam dan wahyu Ilahi. Ayat-ayatnya berfungsi sebagai pengingat bahwa segala sesuatu telah ditetapkan oleh Allah, termasuk batas waktu kehancuran kaum yang ingkar. Kisah kaum Tsamud yang memahat rumah-rumah indah di gunung (Al-Hijr) namun tetap mendustakan kebenaran, menjadi pelajaran bahwa kemegahan duniawi dan kecerdasan teknis tidak akan menyelamatkan dari azab jika diiringi kesombongan dan penolakan terhadap seruan tauhid.

Penutup surah (Ayat 99) memberikan pesan yang sangat personal dan universal: tugas utama seorang Muslim adalah beribadah dan mengabdi kepada Tuhannya secara konsisten, tanpa teralihkan oleh kesibukan dunia, hingga datangnya kepastian (ajal). Surah ini mengajak pembaca untuk merenungkan tujuan hidup yang sejati, yaitu kebahagiaan abadi di akhirat, bukan sekadar kesenangan sesaat yang ditawarkan oleh dunia fana.

🏠 Homepage