Memahami Keajaiban Isra Mi'raj: Surah Al-Isra Ayat 1-6

Ilustrasi Perjalanan Malam Nabi Muhammad SAW Gambar abstrak menunjukkan cahaya bintang dan masjid dengan latar belakang malam yang gelap, melambangkan perjalanan Isra Mi'raj.

Mukadimah: Keagungan Surah Al-Isra

Surah Al-Isra, juga dikenal sebagai Bani Israil, adalah salah satu surah penting dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 111 ayat. Ayat-ayat awal, khususnya ayat 1 hingga 6, sarat makna mendalam, mengisahkan tentang keagungan Allah SWT dan peristiwa luar biasa yang dialami oleh Rasulullah Muhammad SAW, yaitu perjalanan Isra Mi'raj. Peristiwa ini merupakan mukjizat yang menegaskan kedudukan beliau sebagai nabi pilihan.

Memahami ayat-ayat ini tidak hanya sekadar mengetahui narasi sejarah, tetapi juga memahami sifat Mahasuci Allah yang mampu melakukan segala sesuatu di luar nalar manusia biasa. Ayat-ayat ini berfungsi sebagai penegasan tauhid dan bukti nyata dari kebenaran risalah Islam.

Teks dan Terjemahan Surah Al-Isra Ayat 1 - 6

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidilharam ke Al-MasjidilAqsa yang telah Kami berkati sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

وَآتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَجَعَلْنَاهُ هُدًى لِّبَنِي إِسْرَائِيلَ أَلَّا تَتَّخِذُوا مِن دُونِي وَكِيلًا

Dan Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) dan Kami jadikan Kitab itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): "Janganlah kamu mengambil pelindung selain Aku."

ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ ۚ إِنَّهُ كَانَ عَبْدًا شَكُورًا

(Mereka adalah) keturunan orang-orang yang Kami selamatkan bersama Nuh. Sesungguhnya dia adalah seorang hamba (Allah) yang sangat bersyukur.

وَقَضَيْنَا إِلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا

Dan telah Kami tetapkan kepada Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu pasti akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan melampaui batas dengan kesombongan yang besar."

فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ أُولَاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُوا خِلَالَ الدِّيَارِ ۚ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُولًا

Maka apabila datang janji (pelaksanaan azab) pertama dari keduanya, Kami datangkan kepada kamu hamba-hamba Kami yang sangat kuat, lalu mereka merajalela di kampung-kampung; dan itulah janji yang pasti terlaksana.

ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا

Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, dan Kamibahkan kamu dengan harta benda dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar (jumlahnya).

Kajian Mendalam Ayat 1: Isra Mi'raj

Ayat pertama adalah pembuka yang megah: "Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam..." Kata Subhan (Maha Suci) mengawali ayat ini, langsung menandakan bahwa peristiwa yang akan diceritakan adalah luar biasa dan melampaui pemahaman akal manusia biasa. Isra adalah perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem. Tujuannya jelas, yaitu untuk menunjukkan sebagian dari "tanda-tanda (kebesaran) Kami". Ini menegaskan bahwa peristiwa tersebut adalah wahyu dan bukti nyata dari kekuatan ilahi. Kemudian, Allah menutup ayat dengan menegaskan bahwa Dia adalah "Maha Mendengar lagi Maha Melihat", menyiratkan bahwa seluruh perjalanan ini terawasi sepenuhnya oleh Pencipta.

Kisah Bani Israil dan Peringatan dalam Ayat 2-6

Setelah menegaskan mukjizat Nabi Muhammad SAW, ayat 2 hingga 6 beralih fokus pada Bani Israil. Ayat 2 mengingatkan bahwa Musa AS telah diberi Taurat sebagai petunjuk, dengan perintah inti: jangan mengambil pelindung selain Allah. Ini adalah prinsip dasar keimanan.

Ayat 4 memberikan peringatan keras. Allah memberitahukan dalam Kitab Taurat bahwa Bani Israil akan mengacaukan bumi dua kali dan akan menjadi sangat sombong. Ayat 5 menjelaskan konsekuensi dari kerusakan pertama: Allah akan mengirimkan musuh yang kuat untuk menghukum mereka. Musuh ini akan menghancurkan dan memasuki pemukiman mereka, sebuah janji yang pasti terwujud.

Namun, Allah Maha Pengasih. Ayat 6 menjelaskan bahwa setelah kehancuran dan penyesalan, Allah memberi mereka kesempatan kedua (giliran untuk mengalahkan). Mereka dibantu dengan harta dan keturunan, menjadi kelompok yang lebih besar. Ini adalah siklus peringatan dan rahmat yang berulang. Kisah Bani Israil ini menjadi pelajaran penting bagi umat Islam—bahwa karunia dan peringatan Allah harus selalu disikapi dengan syukur dan ketaatan, agar tidak terjerumus pada kesombongan yang sama yang menyebabkan kejatuhan umat terdahulu. Ayat-ayat ini menekankan pentingnya bersyukur, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Nuh AS dalam ayat 3, serta bahaya kesombongan yang disebutkan di ayat 4.

🏠 Homepage