Ayat yang menekankan pentingnya menjaga kehidupan.
Terjemahan: Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barangsiapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu (membunuh orang lain) atau karena (melakukan) kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Dan barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian setelah itu banyak sekali di antara mereka setelah itu melampaui batas di muka bumi.
Surah Al-Maidah ayat 32 adalah salah satu ayat kunci dalam Al-Qur'an yang mengatur tentang penghormatan terhadap jiwa manusia. Ayat ini memberikan penegasan yang sangat kuat mengenai betapa mahalnya satu nyawa di mata Allah SWT. Allah SWT menetapkan hukum ini khusus kepada Bani Israil, namun esensinya berlaku universal bagi seluruh umat manusia, sebagai pondasi moral dan etika sosial.
Perbandingan yang digunakan dalam ayat ini sungguh luar biasa: membunuh satu jiwa tanpa alasan yang dibenarkan (seperti qisas atau pembelaan diri dari bahaya besar) disamakan dampaknya seolah-olah ia telah membunuh seluruh umat manusia. Logikanya adalah bahwa satu nyawa adalah representasi integral dari kemanusiaan itu sendiri. Merusak satu bagian berarti merusak keseluruhan tatanan sosial dan moral. Dalam konteks sosial, pembunuhan menciptakan teror, memutus rantai kehidupan, dan merusak rasa aman yang menjadi hak dasar setiap individu.
Sebaliknya, ayat ini juga membalikkan analogi tersebut dengan sangat indah: menyelamatkan satu nyawa setara dengan menyelamatkan seluruh umat manusia. Ini menunjukkan bahwa tindakan penyelamatan, pengorbanan, dan pemeliharaan kehidupan memiliki bobot spiritual dan sosial yang sangat besar. Dalam kehidupan modern, hal ini bisa diinterpretasikan tidak hanya dalam konteks penyelamatan fisik (seperti pertolongan pertama atau pencegahan bunuh diri), tetapi juga dalam konteks mencegah kehancuran moral, intelektual, atau sosial seseorang.
Ayat ini berfungsi sebagai pengingat bahwa setiap individu memiliki nilai intrinsik yang tak terhingga. Perlindungan terhadap nyawa, bahkan yang dianggap lemah atau terpinggirkan, adalah kewajiban kolektif. Ketika kita menghargai kehidupan satu orang, kita secara tidak langsung menegakkan prinsip bahwa semua kehidupan berharga. Ini adalah landasan utama bagi tegaknya keadilan dan perdamaian dalam masyarakat.
Bagian akhir ayat menyinggung fakta sejarah: "Sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas..." Ini mengindikasikan bahwa prinsip penghormatan terhadap nyawa ini bukanlah konsep yang tiba-tiba muncul, melainkan bagian dari risalah ilahiah yang dibawa oleh para nabi dan rasul sejak dahulu kala.
Namun, ayat ini juga memberikan peringatan keras: "...kemudian setelah itu banyak sekali di antara mereka setelah itu melampaui batas di muka bumi." Pelampauan batas (israf) di sini merujuk pada perbuatan melanggar batas-batas syariat dan etika, termasuk melakukan pembunuhan dan kerusakan tanpa hak. Sejarah Bani Israil, seperti yang disinggung dalam konteks ayat ini, menunjukkan bagaimana meskipun telah menerima petunjuk yang jelas, banyak kelompok yang akhirnya jatuh ke dalam perilaku ekstrem dan destruktif, mengabaikan prinsip dasar kemanusiaan yang telah ditetapkan Allah SWT.
Oleh karena itu, Surah Al-Maidah ayat 32 menjadi pedoman abadi, menuntut umat Islam untuk selalu menjaga integritas nyawa manusia, baik diri sendiri maupun orang lain, menjadikannya prioritas utama dalam tatanan hukum dan moralitas sosial.