Surah Al-Maidah ayat 110 merupakan penutup dari rentetan pembahasan panjang mengenai mukjizat besar yang dianugerahkan Allah SWT kepada Nabi Isa 'alaihissalam. Ayat ini berfungsi sebagai penegasan ilahi sekaligus pengingat akan konsekuensi dari klaim dan pengakuan yang menyertai mukjizat tersebut.
Ayat ini secara spesifik menekankan dua hasil utama dari pembuktian kenabian, yaitu balasan bagi orang-orang yang jujur dan konsekuensi bagi mereka yang mendustakan. Kalimat pembuka, "Ingatlah hari ketika Allah berfirman...", menunjuk pada Hari Kiamat atau saat penghakiman total, di mana semua kebenaran akan terungkap dan setiap perbuatan akan dihisab.
Fase pertama dalam ayat ini adalah janji balasan spesifik: "untuk membalas orang-orang yang benar (shādiqīn) dengan kebenaran mereka." Ini adalah jaminan dari Allah bahwa ketulusan, kejujuran, dan iman yang murni dari para nabi, pengikut setia mereka, serta orang-orang beriman yang teguh, akan mendapatkan balasan setimpal di sisi-Nya. Kebenaran di sini tidak hanya berarti kejujuran lisan, tetapi juga kesesuaian antara perkataan, keyakinan batin, dan amal perbuatan mereka. Keikhlasan mereka menjadi modal utama dalam menghadapi hari pertimbangan.
Fase kedua membahas tentang mereka yang berpura-pura beriman namun hatinya menyimpan kekafiran, yaitu kaum munafik. Allah menyatakan bahwa Dia akan "mengadzab orang-orang munafik jika Dia menghendaki, atau menerima taubat mereka." Ini menunjukkan dua kemungkinan besar bagi para pendusta:
Ayat ini diakhiri dengan salah satu sifat inti dari Dzat Yang Maha Kuasa: "Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Pengakhiran ini sangat penting. Meskipun ayat tersebut berbicara tentang penghakiman yang adil dan ancaman bagi pendusta, penutup ini menegaskan bahwa sifat dasar Allah jauh lebih condong kepada rahmat dan ampunan, asalkan ada jalan bagi hamba-Nya untuk kembali. Ini memberikan harapan bagi setiap pendosa, termasuk mereka yang mungkin terjerumus dalam kemunafikan karena kelemahan, untuk meraih ampunan sebelum hari penghakiman tiba.
Secara keseluruhan, Surah Al-Maidah ayat 110 adalah titik balik dalam narasi mukjizat Nabi Isa AS. Ayat ini mengingatkan umat manusia bahwa pembuktian kebenaran tidak akan sia-sia, dan bahwa keadilan ilahi akan ditegakkan, meskipun pintu ampunan dan kasih sayang Allah selalu terbuka lebar bagi siapa pun yang memilih untuk kembali ke jalan yang lurus.