Kisah dan Makna Ayat Suci

Surah Al-Ma'idah Ayat 16: Janji Ampunan dan Petunjuk

Petunjuk Ilahi Al-Ma'idah Ilustrasi Cahaya Petunjuk dalam Kegelapan

قُلْ هُوَ نَبَؤُا عَظِيْمٌۙ (١٥) أَنْتُمْ عَنْهُ مُعْرِضُوْنَ (١٦)

Teks Arab di atas adalah gabungan dari akhir ayat 15 dan ayat 16 untuk konteks yang lebih baik, namun fokus utama pembahasan kita adalah pada **Surah Al-Ma'idah Ayat 16**.

Ayat 16: "Katakanlah: 'Itulah berita yang besar, yang kamu berpaling darinya.'" (QS. Al-Ma'idah [5]: 16)

Konteks dan Penjelasan Mendalam

Ayat 16 dari Surah Al-Ma'idah ini merupakan kelanjutan dari dialog atau peringatan yang ditujukan kepada mereka yang menolak kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW. Ayat ini pendek namun sarat makna, menekankan bahwa Al-Qur'an—khususnya kisah dan janji-janji di dalamnya—adalah "berita yang besar" (نَبَؤُا عَظِيْمٌ).

Mengapa Berita Ini Disebut Besar?

Berita yang dimaksud adalah wahyu Allah, ajaran tauhid, kabar tentang hari kiamat, serta konsekuensi dari perbuatan manusia di dunia. Disebut besar karena beberapa alasan:

  1. Keagungan Sumber: Berita ini berasal langsung dari Allah, Yang Maha Agung dan Maha Tahu.
  2. Signifikansi Masa Depan: Isinya menyangkut kebahagiaan abadi di akhirat atau kesengsaraan yang kekal, sehingga dampaknya jauh melampaui urusan duniawi semata.
  3. Kebenaran Mutlak: Tidak ada keraguan di dalamnya, berbeda dengan cerita-cerita karangan manusia.

Sikap Berpaling (أَنْتُمْ عَنْهُ مُعْرِضُوْنَ)

Setelah menegaskan kebesaran berita tersebut, ayat ini langsung menyoroti sikap penerima pesan: "yang kamu berpaling darinya." Kata 'berpaling' (إِعْرَاض) di sini menunjukkan penolakan aktif, pengabaian, atau kesombongan spiritual. Ini adalah penyakit hati yang menghalangi seseorang menerima hidayah. Mereka tahu bahwa informasi yang disampaikan adalah hal yang sangat penting, namun karena keangkuhan atau mengikuti hawa nafsu, mereka memilih untuk membelakangi petunjuk tersebut.

Dalam tafsir Ibnu Katsir dan Qurtubi, ayat ini sering dikaitkan dengan respons orang-orang musyrik Mekah atau Ahli Kitab yang merasa Al-Qur'an tidak membawa ajaran baru yang revolusioner, padahal isinya adalah kebenaran fundamental yang telah diwahyukan sejak dahulu kala. Mereka mencari keajaiban fisik atau hiburan, bukan kebenaran hakiki yang menuntut perubahan perilaku.

Implikasi Spiritual untuk Umat Islam

Meskipun ditujukan pada konteks historis tertentu, makna Surah Al-Ma'idah ayat 16 tetap relevan hingga kini. Ayat ini menjadi pengingat keras bagi setiap Muslim. Apakah kita juga cenderung berpaling dari ayat-ayat Allah yang agung? Apakah kita lebih tertarik pada gosip, hiburan sesaat, atau urusan duniawi remeh, sementara kita menyisihkan waktu untuk merenungi Al-Qur'an?

Tugas seorang mukmin adalah sebaliknya: menyambut berita besar tersebut dengan antusiasme, mengimaninya seutuhnya, dan menjadikannya pedoman hidup. Al-Ma'idah, yang berarti "Hidangan", secara keseluruhan menekankan pentingnya mematuhi perjanjian dan syariat yang telah ditetapkan Allah. Berpaling dari ayat ini sama saja dengan menolak hidangan surgawi yang disajikan untuk kebutuhan rohani kita.

Memahami Surah Al-Ma'idah ayat 16 beserta artinya adalah langkah awal untuk merefleksikan kembali prioritas hidup kita. Apakah kita serius dengan panggilan ilahi, ataukah kita hanya menganggapnya sebagai wacana yang berlalu tanpa bekas dalam kehidupan sehari-hari?

🏠 Homepage