Memahami Surah Al-Maidah Ayat 84

Ilustrasi Keteguhan Iman dan Keberanian Sebuah desain abstrak yang melambangkan keteguhan batu karang (iman) di tengah ombak yang bergelora (tantangan hidup). Teguh di Jalan Allah

Teks dan Terjemahan Surah Al-Maidah Ayat 84

قُلْ هَلْ تَرَبَّصُونَ بِنَا إِلَّا إِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِ ۖ وَنَحْنُ نَتَرَبَّصُ بِكُمْ أَنْ يُصِيبَكُمُ اللَّهُ بِعَذَابٍ مِنْ عِنْدِهِ أَوْ بِأَيْدِينَا ۖ فَتَرَبَّصُوا إِنَّا مَعَكُمْ مُتَرَبِّصُونَ

Katakanlah: "Tidakkah kamu hanya menantikan salah satu dari dua kebaikan (kemenangan atau mati syahid) bagi kami? Adapun kami, kami menantikan bahwa Allah akan menimpakan azab kepada kalian, baik dari sisi-Nya maupun dengan tangan kami. Maka, tunggulah (azab itu), sesungguhnya kami pun menunggu bersama kalian."

Konteks dan Pesan Ayat

Surah Al-Maidah, surat ke-5 dalam Al-Qur'an, banyak membahas tentang hukum-hukum syariat, perjanjian, dan interaksi umat Islam dengan komunitas lain. Ayat ke-84 ini muncul dalam konteks dialog atau tantangan terhadap orang-orang musyrik atau mereka yang menolak dakwah Islam.

Ayat ini menunjukkan sebuah sikap keteguhan dan keyakinan penuh dari pihak Muslimin. Ketika dihadapkan pada ancaman atau keraguan dari pihak lawan, respons yang diberikan bukanlah ketakutan, melainkan penegasan tentang dua hasil terbaik (al-husnayayn) yang mungkin menimpa mereka:

Dua Kebaikan (Al-Husnayayn)

Dua kebaikan yang dimaksud adalah:

  1. Kemenangan di dunia: Berhasilnya perjuangan membela kebenaran, tegaknya syiar Islam, dan tercapainya kejayaan atas musuh.
  2. Mati Syahid di jalan Allah: Jika perjuangan berakhir dengan gugur, maka itu adalah kemuliaan tertinggi dan balasan surga yang dijanjikan Allah SWT.

Bagi seorang mukmin sejati, tidak ada kerugian dalam menghadapi pertarungan kebenaran. Keduanya adalah hasil yang baik.

Sikap Menanti

Ayat ini kemudian membalikkan keadaan. Jika kaum Muslimin tidak gentar menghadapi nasib mereka karena keduanya baik, mereka justru menantikan apa yang akan menimpa lawan mereka. Penantian ini terbagi menjadi dua kemungkinan azab yang akan datang:

  1. Azab dari sisi Allah (Langsung): Berupa bencana alam, penyakit, atau hukuman langsung dari takdir ilahi.
  2. Azab melalui tangan kami (Manusia): Berupa kekalahan dalam peperangan atau hukuman yang ditegakkan oleh komunitas Muslim yang beriman.

Kalimat penutup, "Maka, tunggulah (azab itu), sesungguhnya kami pun menunggu bersama kalian," bukanlah ajakan untuk memulai permusuhan, melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa pihak yang berada di jalan kebenaran tidak akan gentar menghadapi konsekuensi apa pun, dan mereka yakin bahwa kebenaran akan menang atau mendapatkan balasan yang setimpal bagi para penolaknya.

Pelajaran Moral dan Spiritual

Surah Al-Maidah ayat 84 mengajarkan beberapa nilai penting:

Ayat ini tetap relevan hingga kini sebagai penguat semangat bagi umat Islam untuk tidak goyah dalam menghadapi berbagai ujian dan tantangan dalam mempertahankan akidah dan prinsip keadilan.

🏠 Homepage