Innamal khamru wal maisiru wal ansabu wal azlamu rijsun min 'amalisy-syaithani fajtanibuhu la'allakum tuflihun.
Ayat ke-90 dari Surah Al-Ma'idah ini merupakan salah satu ayat paling tegas dalam Al-Qur'an yang melarang secara total segala bentuk kemaksiatan yang merusak akal, harta, dan spiritualitas umat manusia. Allah SWT mengelompokkan empat hal dalam ayat ini menjadi satu kategori utama: Rijsun (kotor/najis) dan bagian dari 'Amal Asy-Syaithan (perbuatan setan).
Khamr (Minuman Keras): Merujuk pada segala sesuatu yang memabukkan dan menghilangkan akal sehat. Ini adalah inti dari larangan karena hilangnya akal membuka pintu bagi segala kemaksiatan lainnya.
Maisir (Judi): Segala bentuk permainan atau pertaruhan yang melibatkan harta benda di mana salah satu pihak mengambil keuntungan dari pihak lain tanpa usaha yang sah atau halal, seringkali berdasarkan untung-untungan. Judi merusak tatanan ekonomi dan menimbulkan permusuhan.
Anshab (Berhala): Batu-batu atau tugu-tugu yang didirikan sebagai tempat pemujaan atau persembahan bagi selain Allah (syirik). Ini adalah perbuatan yang paling dibenci karena menyekutukan Pencipta alam semesta.
Azlam (Anak Panah Undian): Dulunya digunakan oleh masyarakat jahiliyah untuk menentukan nasib atau keputusan penting dengan cara melempar anak panah yang memiliki tanda tertentu. Ini adalah bentuk takhayul dan ketergantungan kepada selain kehendak Allah.
Perintah kunci dalam ayat ini adalah "Fajtanibuhu" (Maka jauhilah ia). Kata perintah ini sangat kuat, tidak hanya berarti "jangan lakukan," tetapi juga "hindari segala pintu gerbang yang dapat membawamu kepada hal tersebut."
Ayat ini diturunkan dalam konteks pemurnian ajaran Islam di Madinah, khususnya setelah ayat-ayat tentang larangan khamr diturunkan secara bertahap. Ayat sebelumnya mungkin telah melarang konsumsi khamr saat hendak shalat, namun Al-Ma'idah ayat 90 adalah penegasan total dan final.
Hikmah dari larangan ini sangat jelas: Allah ingin umat-Nya meraih "Tuflihun" (Keberuntungan). Keberuntungan sejati dalam Islam tidak hanya terbatas pada kesuksesan duniawi, tetapi mencakup keselamatan di dunia dan keridhaan serta surga di akhirat. Bagaimana mungkin seseorang bisa meraih keberuntungan jika akalnya tertutup oleh minuman keras, hartanya habis karena judi, dan ibadahnya tercemar oleh syirik?
Dengan menjauhi empat unsur perusak ini—yang semuanya merupakan rekayasa syaitan untuk menjauhkan manusia dari Allah—seorang Muslim dapat menjaga fitrahnya, menjaga hartanya, menjaga akalnya, dan menjaga hubungan yang murni dengan Tuhannya. Ini adalah fondasi utama untuk mencapai kesuksesan abadi.
Semoga penjelasan ini memberikan pemahaman yang mendalam mengenai pentingnya menjauhi larangan-larangan Allah dalam Surah Al-Maidah ayat 90.