Ilustrasi Goncangan Bumi dan Gunung yang Bertebaran
Surah Az-Zalzalah (Kegoncangan) adalah surah ke-99 dalam Al-Qur'an yang turun di Mekah. Surah ini memiliki makna yang sangat mendalam mengenai hari kiamat dan pertanggungjawaban mutlak atas setiap perbuatan manusia, sekecil apapun.
1. Idzaa zulzilatil ardu zilzaalahaa
Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat,
2. Wa akhrajatil ardu itsqalahaa
Dan bumi mengeluarkan isi hatinya,
3. Wa qaalal insaanu maa lahaa
Dan manusia bertanya, "Ada apa dengan bumi ini?"
4. Yawma-idzin tuhadditsu akhbaarahaa
Pada hari itu bumi menceritakan beritanya,
5. Bi anna rabbaka auhaalahaa
Karena sesungguhnya Tuhannya telah mewahyukan (memerintahkan) kepadanya.
Lima ayat pembuka Surah Az-Zalzalah ini menyajikan gambaran yang sangat mengerikan sekaligus pasti tentang akhir zaman, yaitu hari kiamat. Ayat pertama langsung memperkenalkan peristiwa sentralnya: guncangan bumi yang luar biasa dahsyat. Ini bukan sekadar gempa biasa, melainkan goncangan yang menandai dimulainya perhitungan amal.
Ketika goncangan itu terjadi, bumi akan mengalami transformasi fisik yang radikal. Ayat kedua menjelaskan, "Dan bumi mengeluarkan isi hatinya." Para mufassir menafsirkan "isi hati" ini sebagai segala sesuatu yang terpendam di dalamnya, seperti mayat-mayat manusia yang dibangkitkan, serta timbunan harta karun dan logam mulia yang selama ini tersembunyi di perut bumi.
Reaksi manusia terhadap pemandangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini diabadikan dalam ayat ketiga. Rasa ngeri dan kebingungan membuat setiap insan bertanya-tanya, "Ada apa dengan bumi ini?" Mereka melihat kehancuran total yang tidak terbayangkan.
Kemudian datanglah ayat keempat, yang menjelaskan peran bumi selanjutnya: "Pada hari itu bumi menceritakan beritanya." Ini adalah bagian yang paling signifikan. Bumi yang selama ini menjadi saksi bisu atas segala perbuatan yang dilakukan di permukaannya—baik kebaikan maupun kemaksiatan—akan diperintahkan oleh Allah untuk berbicara. Ia akan menjadi saksi utama yang tidak mungkin berbohong.
Ayat kelima menegaskan sumber dari kesaksian bumi tersebut: "Karena sesungguhnya Tuhanmu telah mewahyukan kepadanya." Perintah ini datang langsung dari Allah SWT, menunjukkan bahwa seluruh alam semesta tunduk dan patuh pada kehendak-Nya. Ayat-ayat ini berfungsi sebagai peringatan keras bahwa tidak ada satu pun perbuatan manusia yang tersembunyi dari pengawasan Ilahi, karena bumi sendiri akan menjadi saksi dan pelapor segala rahasia.
Memahami ayat 1 hingga 5 Az-Zalzalah seharusnya menumbuhkan rasa tanggung jawab yang besar dalam diri setiap Muslim. Jika bumi saja diperintahkan untuk bersaksi tentang perbuatan kita, betapa kita harus berhati-hati dalam setiap langkah dan niat. Hari penghisaban itu nyata, dan pertanggungjawaban kita akan disaksikan oleh alam itu sendiri. Hal ini mendorong kita untuk senantiasa berbuat baik, membersihkan diri dari dosa, dan mempersiapkan bekal terbaik untuk Hari ketika semua rahasia akan terungkap ke permukaan.