Surah ke-99 | Juz ke-30 | Jumlah Ayat: 8
Surah Az-Zalzalah, yang berarti "Kegoncangan", adalah surat pendek namun sangat padat makna. Surat ini berbicara tentang gambaran dahsyat pada Hari Kiamat, di mana bumi akan mengeluarkan segala isinya sebagai saksi atas perbuatan manusia selama hidup di dunia. Setiap perbuatan, sekecil apa pun, akan diperhitungkan.
Surah Az-Zalzalah berfungsi sebagai pengingat yang sangat kuat mengenai konsep pertanggungjawaban individual. Ayat 6 secara eksplisit menyatakan bahwa manusia akan dikumpulkan dalam kelompok-kelompok terpisah untuk menyaksikan hasil dari tindakan mereka. Hal ini menepis anggapan bahwa perbuatan baik atau buruk bisa hilang tanpa jejak.
Dua ayat terakhir (7 dan 8) sering kali menjadi titik fokus utama tafsir. Penggunaan kata "mitsqala dzarrah" (seberat zarrah) menunjukkan ketelitian perhitungan Allah SWT. Zarrah secara harfiah diartikan sebagai atom atau partikel terkecil yang tak terlihat oleh mata. Ini mengajarkan umat Islam bahwa dalam Islam, tidak ada perbuatan—sekecil apa pun, baik itu senyuman tulus atau dusta kecil—yang terlewatkan dari catatan Ilahi.
Hal ini memberikan motivasi ganda: bagi mereka yang melakukan kebaikan, ini adalah janji penghiburan bahwa pengorbanan kecil akan dihargai; bagi mereka yang cenderung berbuat maksiat, ini adalah peringatan keras bahwa dosa kecil yang diremehkan akan tetap dipertanggungjawabkan.
Ayat 3 hingga 5 menggambarkan fenomena luar biasa di mana bumi, yang selama ini diam dan menjadi pijakan kita, akan 'berbicara' atas izin Tuhannya. Dalam konteks ini, bumi berfungsi sebagai saksi bisu yang selama ini menyimpan semua jejak pergerakan, bangunan, penanaman, hingga pertumpahan darah. Ketika bumi diguncang hebat (gempa akhir zaman), ia tidak hanya menunjukkan kehancuran fisik, tetapi juga mengungkap riwayat tersembunyi di permukaannya. Keterangan bumi ini menegaskan keadilan mutlak pada hari penghisaban.
Kesimpulannya, Surah Az-Zalzalah adalah seruan untuk selalu waspada dan berbuat baik dalam setiap detik kehidupan, karena kehidupan dunia hanyalah persiapan pendek menuju hari di mana setiap jengkal perbuatan akan diungkap dan dipertanggungjawabkan secara paripurna di hadapan Sang Pencipta. Memahami terjemahan dan maknanya memberikan perspektif baru tentang nilai sebuah tindakan.