Lokasi dan Konteks Turunnya Surah Az-Zalzalah

Goncangan Dahsyat

Ilustrasi visualisasi goncangan hari kiamat yang digambarkan dalam Surah Az-Zalzalah.

Al-Qur'an diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama kurang lebih 23 tahun. Setiap surah memiliki latar belakang penurunan (Asbabul Nuzul) yang unik, yang membantu umat Islam memahami konteks pesan ilahi yang disampaikan. Salah satu surah yang memiliki perhatian khusus mengenai waktu dan tempat turunnya adalah Surah Az-Zalzalah (Surah ke-99).

Pertanyaan Kunci: Surah Az-Zalzalah Diturunkan di Kota Mana?

Mengenai lokasi spesifik di mana Surah Az-Zalzalah diturunkan di kota mana, mayoritas ulama tafsir dan ahli hadis mengklasifikasikan Surah Az-Zalzalah sebagai bagian dari golongan surat Madaniyah. Surat Madaniyah adalah ayat-ayat yang diturunkan setelah Rasulullah SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah.

Dengan demikian, secara umum diterima bahwa Surah Az-Zalzalah diturunkan di kota Madinah.

Mengapa Madaniyah? Konteks Ketetapan Hukum

Klasifikasi suatu surah menjadi Makkiyah atau Madaniyah didasarkan pada waktu penurunannya relatif terhadap peristiwa Hijrah. Surat Madaniyah seringkali mengandung penetapan hukum syariat yang lebih rinci, tata kelola masyarakat, peperangan, dan urusan-urusan sosial yang dibutuhkan oleh komunitas Muslim yang telah mulai membangun negara Islam di Madinah.

Az-Zalzalah, yang berfokus pada penggambaran detail hari kiamat, goncangan bumi yang luar biasa, keluarnya isi bumi, dan pertanggungjawaban sekecil apapun (haqq), sangat sesuai dengan fokus pengajaran di Madinah. Di Madinah, umat Islam telah menghadapi tantangan politik dan militer, dan pengingat akan pertanggungjawaban mutlak di hadapan Allah SWT menjadi sangat relevan untuk memperkuat keimanan dan etika sosial mereka.

Isi Surah dan Hubungannya dengan Kehidupan di Madinah

Ayat-ayat awal surah ini berbunyi: "Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan yang dahsyat, dan bumi mengeluarkan isi beratnya," (QS. Az-Zalzalah: 1-2). Penggambaran ini berfungsi sebagai peringatan keras mengenai akhirat. Di Madinah, di mana isu-isu tentang keadilan sosial, perang, dan pembagian harta rampasan perang sering terjadi, penekanan bahwa setiap perbuatan, baik atau buruk, akan dipertanggungjawabkan menjadi landasan moral yang krusial.

Meskipun tidak ada riwayat spesifik yang menyebutkan peristiwa gempa bumi di Madinah sebagai pemicu turunnya surah ini (seperti yang sering terjadi pada surat-surat Makkiyah), tema utamanya adalah universalitas Hari Pembalasan. Namun, karena sifatnya yang menetapkan dasar-dasar akidah komprehensif bagi komunitas Muslim yang sudah terorganisir, ia dimasukkan dalam kategori Madaniyah.

Memahami Nuansa Madaniyah

Surat-surat Madaniyah cenderung lebih panjang dan detail dalam penjelasan syariat dibandingkan surat Makkiyah yang fokus pada pondasi tauhid dan keesaan Allah. Surah Az-Zalzalah, meskipun relatif pendek, mengandung perintah yang tegas mengenai akuntabilitas individu. Oleh karena itu, jika kita mencari jawaban pasti surah az zalzalah diturunkan di kota mana, jawabannya condong kuat ke Madinah berdasarkan klasifikasi ulama.

Kesimpulannya, Surah Az-Zalzalah, yang memberikan gambaran gamblang tentang guncangan akhir zaman dan keadilan ilahi, termasuk dalam kelompok ayat-ayat Madaniyah. Ini mengarahkan kita pada kesimpulan bahwa penurunannya terjadi ketika Nabi Muhammad SAW dan umatnya bermukim di kota Madinah, di mana hukum dan peringatan akhirat diperkuat untuk membimbing masyarakat yang sedang membangun fondasi peradaban Islam. Pesan ini tetap relevan, mengingatkan setiap individu bahwa keluarnya 'isi berat bumi' adalah metafora bagi terungkapnya segala rahasia dan amalan manusia saat hari penghisaban tiba.

🏠 Homepage