Representasi Urutan Turun Wahyu Diagram sederhana menunjukkan Surah Al-'Adiyat diikuti oleh Surah Az-Zalzalah. Surah Sebelumnya Surah Az-Zalzalah (99)

Pertanyaan mengenai urutan turunnya wahyu merupakan salah satu topik penting dalam studi Ulumul Qur'an, khususnya ilmu tentang Nuzulul Qur'an (sebab-sebab turunnya Al-Qur'an). Meskipun Surah Az-Zalzalah (Surah ke-99 dalam mushaf standar) memiliki nomor urut yang cukup tinggi, penempatan kronologisnya dalam urutan pewahyuan memiliki posisi yang spesifik.

Penempatan Kronologis Surah Az-Zalzalah

Untuk memahami secara akurat kapan Surah Az-Zalzalah diturunkan sesudah surah apa, kita perlu merujuk pada riwayat dan klasifikasi para ulama mengenai urutan mushaf (tartib) versus urutan pewahyuan (nuzul). Kebanyakan surah dalam mushaf standar disusun berdasarkan ketetapan Utsmani, yang umumnya mengikuti urutan pewahyuan, namun tidak selalu konsisten seratus persen.

Menurut pendapat yang paling kuat dan diterima secara luas mengenai urutan pewahyuan Al-Qur'an, Surah Az-Zalzalah termasuk dalam golongan surah-surah Madaniyah atau surah akhir periode Makkah yang turun menjelang atau setelah hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah. Namun, dalam klasifikasi urutan turunnya wahyu yang lebih rinci, posisi Az-Zalzalah berada jauh setelah surah-surah pendek awal yang turun di Makkah.

Para ulama, berdasarkan sanad dan riwayat yang mereka kumpulkan, menempatkan Surah Az-Zalzalah (Surah ke-99) setelah surah-surah yang lebih dahulu turun. Secara spesifik, mayoritas riwayat menunjukkan bahwa Surah Az-Zalzalah diturunkan setelah beberapa surah yang telah rampung pewahyuannya.

Surah yang Mendahului Az-Zalzalah

Penelitian terhadap urutan pewahyuan seringkali merujuk pada daftar yang disusun oleh ulama seperti Ibnu Abbas, Ibnu Mas'ud, dan lainnya. Dalam berbagai riwayat yang dikompilasi, Surah Az-Zalzalah berada di urutan setelah surah-surah yang lebih dulu turun. Meskipun terdapat sedikit perbedaan angka urutan di antara berbagai sumber, konsensus umum menempatkannya di akhir masa pewahyuan.

Satu panduan yang sering digunakan untuk menempatkan Az-Zalzalah adalah urutan yang dicatat oleh para mufassir yang membagi surah-surah berdasarkan periode Makkah Akhir dan Madaniyah. Jika kita melihat urutan yang paling sering dikutip mengenai surah-surah yang turun menjelang akhir masa kenabian, Az-Zalzalah muncul cukup belakangan. Beberapa sumber bahkan menempatkannya setelah Surah Al-'Adiyat, atau surah-surah lain yang juga memiliki tema tentang hari kiamat dan pertanggungjawaban amal.

Intinya, Surah Az-Zalzalah diturunkan sesudah surah yang berisikan ayat-ayat dasar akidah Makkah dan juga surah-surah yang turun di awal periode Madinah. Periode turunnya Az-Zalzalah ini sangat signifikan karena temanya yang sangat tegas mengenai goncangan hari kiamat (zalzalah) dan pengungkapan rahasia bumi, yang merupakan peringatan keras bagi umat manusia menjelang akhir masa kerasulan.

Makna Kronologis dalam Pewahyuan

Mengapa urutan pewahyuan penting? Urutan ini membantu kita memahami konteks sosiologis dan historis turunnya ayat. Surah Az-Zalzalah, dengan penekanannya pada keadilan mutlak Allah SWT, di mana sekecil apa pun perbuatan akan dipertanggungjawabkan—seperti firman-Nya:

"Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarah, niscaya dia akan melihat (akibat)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarah, niscaya dia akan melihat (akibat)nya." (QS. Az-Zalzalah: 7-8)

Ayat-ayat yang sangat tegas mengenai pertanggungjawaban ini sangat sesuai diturunkan ketika umat Islam telah memiliki landasan akidah yang kuat di Madinah atau pada masa-masa akhir kenabian, sebagai pengingat final sebelum wafatnya Rasulullah SAW.

Oleh karena itu, ketika kita bertanya surah az zalzalah diturunkan sesudah surah apa, jawabannya selalu merujuk pada surah-surah yang lebih awal diwahyukan, menandakan evolusi bertahap dalam pembinaan iman dan syariat umat Islam. Surah ini berada di fase di mana teguran dan peringatan mengenai akhirat disampaikan dengan penekanan yang sangat kuat, menyempurnakan ajaran-ajaran yang telah disampaikan sebelumnya.

Kesimpulannya, meskipun penomoran mushaf menempatkannya di urutan ke-99, urutan pewahyuan Az-Zalzalah berada di fase akhir pewahyuan Al-Qur'an, turun setelah mayoritas surah-surah Makkah dan sebagian besar surah Madaniyah lainnya telah diturunkan, sebagai penutup peringatan mengenai hari perhitungan.

šŸ  Homepage