Dalam lembaran-lembaran suci Al-Qur'an, terdapat petunjuk dan penenang bagi hati yang gelisah. Salah satu ayat yang seringkali menjadi penyejuk adalah ayat penutup dari Surah Al-Hijr, yaitu ayat ke-99. Ayat ini adalah sebuah perintah sekaligus janji, yang menegaskan pentingnya ibadah sebagai kunci menuju kedamaian sejati.
Ilustrasi: Ketenangan yang bersumber dari Kalam Ilahi.
Teks Surah Al-Hijr Ayat 99
Memahami Makna "Al-Yaqin"
Ayat 99 dari Surah Al-Hijr (QS. 15:99) ini singkat namun padat maknanya. Intinya adalah perintah untuk senantiasa beribadah kepada Allah SWT. Kata kunci yang sangat penting di sini adalah "Al-Yaqin", yang dalam terjemahan sering diartikan sebagai "kepastian". Namun, dalam konteks ayat ini, Al-Yaqin merujuk pada kematian.
Para ulama tafsir sepakat bahwa perintah "sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu kepastian" berarti seorang Muslim diperintahkan untuk istiqamah (konsisten) dalam menjalankan ketaatan, salat, zikir, dan bentuk ibadah lainnya, tanpa henti, hingga tiba waktu kematiannya. Ibadah bukanlah aktivitas musiman atau hanya dilakukan saat lapang, melainkan fondasi hidup yang harus dipegang teguh hingga akhir hayat.
Keutamaan Istiqamah dalam Beribadah
Mengapa Al-Qur'an menekankan aspek konsistensi ini? Karena dalam perjalanan hidup, manusia dihadapkan pada berbagai godaan dan cobaan yang dapat menguji keimanan. Ada masa semangat sedang tinggi, ada pula masa semangat sedang menurun. Ayat ini berfungsi sebagai pengingat abadi bahwa keberhasilan sejati seorang hamba diukur dari konsistensinya dalam taat, bukan dari seberapa spektakuler ibadahnya di satu waktu tertentu.
Istiqamah dalam beribadah membawa ketenangan batin yang hakiki. Ketika seseorang menjalani hari-harinya dengan kesadaran bahwa ia sedang dalam bingkai ibadah, rasa cemas dan takut akan masa depan cenderung berkurang. Ia telah menyerahkan hasilnya kepada Allah, sementara tugasnya hanya melaksanakan perintah-Nya secara maksimal. Ketenangan yang diperoleh dari menjalankan perintah Tuhan jauh lebih dalam dan permanen dibandingkan ketenangan yang didapatkan dari kesenangan duniawi yang fana.
Ibadah Sepanjang Rentang Kehidupan
Perintah ini berlaku untuk semua fase kehidupan. Saat muda dan kuat, ibadah harus dilaksanakan dengan penuh energi. Saat tua dan lemah, meskipun kuantitas mungkin berkurang, kualitas dan keikhlasan harus dipertahankan. Kematian (Al-Yaqin) itu pasti datang, dan kita tidak pernah tahu kapan ia akan menjemput. Oleh karena itu, mempersiapkan bekal dengan ibadah yang kontinu adalah persiapan terbaik menghadapi ketidakpastian waktu.
Banyak riwayat menyebutkan betapa pentingnya menutup kehidupan dengan amal shaleh. Ayat 99 Surah Al-Hijr menjadi penutup surah yang mayoritas membahas tentang kebesaran Allah, penciptaan langit, dan kisah-kisah umat terdahulu. Penutup yang menekankan ibadah ini menegaskan bahwa inti dari semua pengajaran tersebut adalah kembali dan tunduk sepenuhnya kepada Sang Pencipta. Jadikanlah hidup sebagai rangkaian ibadah yang tak terputus, sampai ajal menjemput kita dalam keadaan ridha dan diridhai oleh-Nya.