Menelusuri Urutan Ayat: Surah Setelah Al Hijr

Al-Qur'an Mulia Al Hijr (15) An-Nahl (16) Urutan Tertulis

Visualisasi urutan penempatan surah dalam mushaf.

Posisi Surah Al Hijr

Al-Qur'an tersusun dalam 114 surah, yang urutannya telah ditetapkan berdasarkan wahyu dan ditetapkan oleh Rasulullah ﷺ. Memahami urutan ini penting untuk memahami konteks penafsiran (tafsir) dan sejarah turunnya ayat. Surah Al Hijr adalah surah ke-15 dalam susunan mushaf standar umat Islam. Surah ini dinamai berdasarkan sebuah tempat yang disebutkan dalam ayat-ayatnya, yang merupakan kaum Tsamud. Al Hijr sarat dengan kisah-kisah kenabian dan penegasan keagungan Al-Qur'an.

Setelah membahas peringatan keras kepada kaum pendurhaka dan penegasan tauhid, pembaca Al-Qur'an akan diarahkan untuk melanjutkan perjalanan spiritualnya ke surah berikutnya. Dalam konteks urutan penulisan (tartib mushafi), surah yang datang tepat setelah Al Hijr adalah surah ke-16.

Surah Setelah Al Hijr: Surah An-Nahl

Surah yang secara berurutan mengikuti Surah Al Hijr (nomor 15) adalah Surah An-Nahl, yaitu surah ke-16 dalam susunan mushaf. An-Nahl (yang berarti "Lebah") adalah surah Makkiyah yang diturunkan sebelum Rasulullah ﷺ hijrah ke Madinah. Nama surah ini diambil dari ayat ke-68 yang menjelaskan keajaiban penciptaan lebah dan hikmah di balik madu yang dihasilkannya sebagai penawar bagi manusia.

Transisi dari Al Hijr ke An-Nahl menandai perpindahan fokus tematik, meskipun keduanya sama-sama kuat dalam membahas keesaan Allah (tauhid) dan tanda-tanda kebesaran-Nya di alam semesta. Jika Al Hijr lebih banyak berkisah tentang penolakan kaum terdahulu, An-Nahl menekankan pada berbagai anugerah nikmat Allah SWT yang terwujud dalam ciptaan fisik.

Tema Utama dalam An-Nahl

Surah An-Nahl memiliki cakupan tema yang luas. Selain memuat kisah-kisah para nabi seperti Ibrahim AS dan kisah penciptaan lebah, surah ini juga sangat kaya akan argumen filosofis mengenai keesaan Allah. Beberapa poin penting yang dibahas dalam An-Nahl meliputi:

Perbedaan Fokus dengan Al Hijr

Surah Al Hijr (15) ditutup dengan peringatan keras dan penekanan bahwa Al-Qur'an adalah wahyu yang dijaga keasliannya. Ini bisa dilihat sebagai penutup dari rangkaian peringatan keras yang ditujukan kepada para pendurhaka Mekah. Sementara itu, ketika memasuki Surah An-Nahl (16), wahyu tampaknya beralih memberikan stimulus yang lebih lembut namun persuasif, yaitu melalui perenungan terhadap keindahan dan kemanfaatan ciptaan Allah.

Pendekatan An-Nahl seringkali bersifat al-dalalah al-fathiyah, yaitu menunjukkan kebenaran melalui pembukaan akal penerima wahyu terhadap bukti-bukti nyata di sekeliling mereka. Dengan demikian, ketika pembaca selesai membaca Al Hijr yang penuh peringatan, mereka diperkenalkan pada An-Nahl sebagai undangan refleksi mendalam atas karunia Tuhan yang tak terhitung jumlahnya.

Kesimpulan Urutan

Secara ringkas, urutan yang benar dan baku dalam Al-Qur'an adalah:

  1. Surah Al Hijr (Surah ke-15)
  2. Surah An-Nahl (Surah ke-16)

Keteraturan ini adalah salah satu keajaiban Al-Qur'an, memastikan bahwa setiap bab dan tema mengalir secara logis, mempersiapkan hati dan pikiran pembaca untuk menerima ajaran-ajaran selanjutnya dengan persiapan batin yang telah dibangun oleh surah-surah sebelumnya. Memahami urutan ini membantu kita menghargai struktur keseluruhan dari kitab suci ini, dari surah pembuka hingga penutup.

🏠 Homepage