Setiap lembar Al-Qur'an menyimpan hikmah dan urutan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT melalui Rasul-Nya Muhammad SAW. Bagi pembaca yang sedang menelusuri susunan ayat, pertanyaan mengenai surah setelah Al-Isra sering kali muncul. Surah Al-Isra, yang juga dikenal sebagai Bani Israil (Surah ke-17), memiliki penutup yang kuat, membahas berbagai kisah penting dan prinsip tauhid.
Untuk menjawabnya secara langsung dan tegas, surah yang terletak tepat setelah Surah Al-Isra (Surah ke-17) dalam mushaf Al-Qur'an adalah Surah Al-Kahf (Surah ke-18). Perpindahan dari Al-Isra ke Al-Kahf menandai pergeseran fokus narasi dan penguatan tema-tema penting dalam Islam.
Surah Al-Kahf adalah surah Makkiyah yang sangat istimewa. Ia memiliki jumlah ayat sebanyak 110 ayat dan memegang posisi penting dalam ajaran Islam, terutama terkait dengan ujian kehidupan. Surah ini sering kali menjadi bacaan rutin bagi umat Muslim pada hari Jumat, berdasarkan anjuran Nabi Muhammad SAW.
Kisah utama yang mendominasi Surah Al-Kahf adalah empat perumpamaan besar atau ujian yang harus dihadapi manusia sepanjang zaman. Keempat kisah ini berfungsi sebagai pengingat agar umat Islam tidak terperosok dalam kesesatan, meskipun berada di tengah kemajuan duniawi.
Surah ini membahas secara rinci ujian-ujian fundamental, yang menjadikannya pelindung spiritual:
Jika Al-Isra (Israk Mikraj, larangan syirik, dan perintah berbuat baik kepada orang tua) banyak membahas aspek perjalanan spiritual dan hukum sosial, maka Al-Kahf memperkuat fondasi teologis. Al-Isra membuka dengan pengagungan Allah yang menurunkan Al-Qur'an, sementara Al-Kahf segera menyoroti urgensi menjaga iman agar terhindar dari godaan duniawi yang digambarkan melalui kisah-kisah ujian tadi.
Penempatan surah setelah Al-Isra, yaitu Al-Kahf, secara strategis mempersiapkan pembaca untuk menghadapi kompleksitas dunia nyata. Setelah diberi peringatan tentang penyimpangan dalam Al-Isra, pembaca disuguhkan cetak biru tentang bagaimana cara bertahan menghadapi empat godaan utama: hawa nafsu terhadap materi (kebun), godaan ilmu yang terbatas (Nabi Musa), godaan kekuasaan (Dzulqarnain), dan godaan penyesatan akidah (Ashabul Kahfi).
Keutamaan membaca Surah Al-Kahf sangat ditekankan dalam hadis. Salah satu yang paling terkenal adalah janji cahaya. Siapa pun yang membacanya pada hari Jumat akan diberikan cahaya (nur) yang menerangi antara dua hari Jumat atau bahkan sampai ke Baitul Atik (Ka'bah) di akhirat kelak, tergantung riwayat yang dikutip. Cahaya ini melambangkan pemahaman dan perlindungan dari fitnah Dajjal di akhir zaman, sebuah tema yang juga disinggung dalam bagian akhir surah ini.
Oleh karena itu, setelah menyelesaikan kajian mendalam dari Surah Al-Isra, umat Islam dianjurkan untuk beralih ke Surah Al-Kahf untuk memperkuat perisai spiritual mereka. Urutan ini bukan kebetulan, melainkan sebuah kurikulum ilahi yang terstruktur rapi, memastikan bahwa setiap lapisan iman diperkuat secara sistematis saat kita membaca dari awal hingga akhir Al-Qur'an.
Dengan demikian, pemahaman mengenai surah setelah Al-Isra bukan sekadar hafalan nomor urut, melainkan sebuah undangan untuk mendalami pelajaran berharga yang disajikan oleh Surah Al-Kahf mengenai keteguhan akidah di tengah badai ujian duniawi.