Ilustrasi urutan surah setelah Surah Al-Maidah.
Umat Islam yang mempelajari Al-Qur'an secara sistematis seringkali menemukan pertanyaan mengenai urutan surah. Al-Qur'an terdiri dari 114 surah, disusun dalam urutan tertentu yang dikenal sebagai *tartib mushaf* atau susunan yang ditetapkan dalam mushaf Utsmani. Dalam susunan ini, setiap surah memiliki posisi yang spesifik setelah surah sebelumnya.
Surah Al-Maidah, yang merupakan surah kelima dalam mushaf, memiliki makna yang sangat mendalam. Surah ini membahas berbagai hukum, mulai dari kehalalan makanan, tata cara haji, hingga kisah-kisah kaum terdahulu dan pentingnya menepati janji. Setelah pembahasan yang luas dalam Al-Maidah, pembaca akan dipertemukan dengan surah berikutnya, yaitu **Surah Al-An'am**.
Surah Al-An'am (secara harfiah berarti 'binatang ternak') adalah surah keenam dalam urutan mushaf Al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah, yang diturunkan di Mekkah sebelum Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah. Meskipun demikian, banyak ulama juga menyebutkan adanya ayat-ayat Madaniyah di dalamnya, namun secara umum, temanya sangat khas dengan surah-surah Makkiyah lainnya, yaitu fokus pada penguatan akidah tauhid, bantahan terhadap kesyirikan, dan penetapan keesaan Allah SWT.
Jarak tematik antara Al-Maidah (sebagian besar Madaniyah dengan fokus hukum) dan Al-An'am (Mayoritas Makkiyah dengan fokus akidah) menunjukkan perkembangan dakwah Rasulullah SAW. Al-Maidah membahas penyempurnaan syariat bagi komunitas Muslim yang sudah terbentuk, sementara Al-An'am menekankan dasar-dasar keimanan yang kuat bagi orang-orang yang baru menerima risalah.
Mengapa penempatan Al-An'am setelah Al-Maidah? Salah satu hikmahnya mungkin terletak pada pentingnya pondasi akidah yang kuat, meskipun syariat sudah lengkap. Al-An'am secara komprehensif membahas argumen-argumen logis dan alam semesta sebagai bukti kebesaran Allah. Ayat-ayatnya seringkali mengajak merenungkan penciptaan langit dan bumi, siklus kehidupan, serta bagaimana Allah mengatur segala urusan makhluk-Nya.
Secara khusus, surah ini banyak menyinggung tentang keesaan Allah dalam penciptaan dan rezeki. Ada pembahasan mendalam mengenai bahaya mengikuti hawa nafsu dan menyekutukan Allah, bahkan sampai pada bahasan mengenai cara penyembelihan binatang ternakāsebuah topik yang berkaitan erat dengan hukum makanan yang juga disinggung di Al-Maidah, namun di Al-An'am dibahas dari perspektif tauhid (mengapa kita tidak boleh memakan yang disembelih atas nama selain Allah).
Urutan surah dalam Al-Qur'an tidak bersifat acak. Para ulama telah lama mengkaji kaitan antara surah yang berdekatan. Surah Al-Maidah (5) diakhiri dengan perintah untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta penegasan tentang pertanggungjawaban amal di akhirat. Kemudian, Surah Al-An'am (6) segera melanjutkan dengan bukti-bukti yang menegaskan kebenaran tauhid tersebut, seolah-olah berkata, "Inilah bukti dari Tuhan yang kalian perintahkan untuk ditaati."
Pembahasan mengenai halal dan haram dalam Al-Maidah sangat penting untuk kehidupan sosial dan ibadah Muslim. Namun, landasan utama dari semua hukum tersebut adalah keyakinan mutlak bahwa hanya Allah yang berhak menetapkan hukum. Oleh karena itu, transisi dari Al-Maidah ke Al-An'am menegaskan bahwa ketaatan pada hukum (syariat) harus berakar kuat pada pemahaman mendalam tentang keesaan dan kekuasaan Sang Pencipta (akidah).
Surah Al-An'am juga dikenal sebagai salah satu surah yang membahas dialog panjang antara Nabi Musa AS dan kaumnya mengenai keimanan, serta dialog antara Nabi Ibrahim AS dan kaum penyembah berhala. Ayat-ayat ini berfungsi sebagai penguatan iman bagi umat Islam awal, mengingatkan mereka bahwa perjuangan menegakkan tauhid bukanlah hal baru, melainkan kesinambungan dari dakwah para nabi terdahulu.
Jadi, surah yang terletak tepat setelah Surah Al-Maidah (surah ke-5) adalah **Surah Al-An'am (surah ke-6)**. Penempatan ini menyajikan perpaduan harmonis antara pembahasan hukum-hukum praktis kehidupan seorang Muslim (di Al-Maidah) dan penguatan fondasi teologis dan akidah yang mendasari segala praktik tersebut (di Al-An'am). Membaca kedua surah ini secara berurutan memberikan perspektif yang utuh mengenai ajaran Islam, dari praktik nyata hingga keyakinan terdalam.