Panduan Tajwid Surah Az-Zalzalah

Pengantar Surah Az-Zalzalah

Surah Az-Zalzalah (الزلزلة), yang berarti "Kegoncangan", adalah surah ke-99 dalam Al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri dari 8 ayat pendek. Meskipun singkat, surah ini mengandung pesan yang sangat mendalam mengenai hari kiamat, pertanggungjawaban amal perbuatan, dan keadilan mutlak Allah SWT. Mempelajari tajwid surah ini penting agar setiap huruf dibaca dengan benar, sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.

Fokus utama tajwid dalam surah Zalzalah seringkali terletak pada hukum-hukum nun mati/tanwin dan mim mati, serta penekanan pada huruf-huruf yang memiliki sifat penekanan (tafkhim) dan penipisan (tarqiq).

Ilustrasi Goncangan Bumi dan Timbangan Keadilan Pertanggungjawaban Total

Teks Ayat, Terjemahan, dan Panduan Tajwid

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا
Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan yang dahsyat,
Tajwid: Terdapat Idgham Syamsiyyah pada (الْأَرْضُ) dan Alif Lam Qamariyah pada (الْأَرْضُ). Perhatikan panjang bacaan pada "zilzalaha" (Mad Thobi'i).
وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا
dan bumi mengeluarkan isi beratnya,
Tajwid: Terdapat Idgham Syamsiyyah pada (الْأَرْضُ). Bacaan pada (أَثْقَالَهَا) adalah Mad Thobi'i.
وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا
dan manusia bertanya, "Apa yang terjadi padanya?"
Tajwid: Terdapat Idgham Syamsiyyah pada (الْإِنْسَانُ). Ingat hukum Qalqalah Sugra pada huruf Dal (قَالَ) dan Nun (الْإِنْسَانُ).
يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا
Pada hari itu bumi menceritakan berita-beritanya,
Tajwid: Pada (يَوْمَئِذٍ) terdapat hukum Izhar Syafawi (Mim mati bertemu Ta'). Pada (أَخْبَارَهَا) terdapat Alif Lam Qamariyah (diabaikan karena didahului hamzah washal).
بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا
karena sesungguhnya Tuhannya telah memerintahkan demikian kepadanya.
Tajwid: Terdapat Syaddah pada Ba (بِأَنَّ) yang membutuhkan Ghunnah selama dua harakat. Terdapat Idgham Bilaghunnah pada (لَهَا) di akhir ayat jika diwaqafkan (tergantung qari).
يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِّيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ
Pada hari itu manusia keluar dari kubur mereka dalam keadaan berkelompok-kelompok, untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) amal perbuatan mereka.
Tajwid: Banyak hukum di sini: Izhar Syafawi pada (يَصْدُرُ), Idgham Syamsiyyah pada (النَّاسُ), Alif Lam Qamariyah pada (لِّيُرَوْا) jika dibaca washal. Perhatikan Ghunnah pada (أَشْتَاتًا).
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ
Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihatnya,
Tajwid: Ikhfa' pada (مِثْقَالَ) bertemu Dzal (ذَرَّةٍ). Huruf Ra (خَيْرًا) dibaca tafkhim (tebal) karena didahului fathah.
وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihatnya.
Tajwid: Sama dengan ayat sebelumnya, fokus pada Ikhfa' (Syin bertemu Dzal) dan penekanan huruf Ra.

Pentingnya Memahami Tajwid Zalzalah

Surah Az-Zalzalah adalah pengingat kuat tentang konsep "siapa menanam, dia menuai". Dalam tajwid, pengucapan yang tepat sangat vital karena kesalahan dalam bacaan dapat mengubah makna. Misalnya, perbedaan antara Idgham Syamsiyyah (memasukkan bunyi huruf lam) dan Alif Lam Qamariyah (membaca jelas huruf lam) harus dikuasai.

Pada ayat-ayat yang menyebutkan pertanggungjawaban (ayat 7 dan 8), kata "mitsqala dzarrah" (seberat zarrah) menekankan bahwa sekecil apa pun perbuatan, baik atau buruk, tidak akan luput dari perhitungan Allah. Penguasaan tajwid memastikan bahwa kita tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami dan menghayati keagungan firman-Nya saat dibaca dengan tartil. Membaca dengan tajwid yang benar menunjukkan penghormatan penuh terhadap ayat suci Al-Qur'an.

🏠 Homepage