17:5

Ilustrasi Konsep Kedalaman Ilmu

Pemahaman Mendalam Tentang Surat 17 Ayat 5

Setiap ayat dalam Al-Qur'an memuat hikmah dan pelajaran yang mendalam bagi umat manusia. Salah satu ayat yang sering menjadi perbincangan dalam kajian tafsir adalah Surat Al-Isra ayat ke-5, yang dalam penomoran standar dikenal sebagai surat ke-17 ayat ke-5. Ayat ini berbicara tentang kehancuran generasi terdahulu yang ingkar dan memberikan peringatan keras mengenai konsekuensi pembangkangan terhadap risalah ilahi. Memahami konteks dan makna ayat ini sangat krusial untuk mengambil pelajaran historis dan spiritual.

QS. Al-Isra (17:5):

"Maka Kami jadikan mereka seperti bulu yang dihamburkan, dan Kami tenggelamkan mereka sebagai kaum yang durhaka."

Konteks Historis Ayat

Untuk memahami ayat ini secara utuh, kita perlu melihat konteks sebelum dan sesudah ayat tersebut. Ayat 5 ini merupakan bagian dari serangkaian ayat (ayat 4 sampai 8) yang menjelaskan nasib Bani Israil pada periode tertentu dalam sejarah mereka, khususnya ketika mereka melakukan kerusakan (fasad) di muka bumi sebanyak dua kali. Ayat pertama dari rangkaian ini (ayat 4) menyatakan bahwa Allah akan mengirimkan hamba-hamba-Nya yang kuat untuk menghancurkan rumah-rumah mereka, dan ini adalah janji yang terwujud.

Ayat kelima secara spesifik menggambarkan bagaimana kehancuran itu terjadi. Penggunaan metafora "seperti bulu yang dihamburkan" (dalam beberapa terjemahan lain merujuk pada debu yang beterbangan) memberikan gambaran visual yang kuat mengenai kerapuhan dan ketiadaan daya tahan mereka ketika azab Allah datang. Mereka yang tadinya sombong dan berbuat kerusakan, tiba-tiba menjadi tidak berarti, tercerai-berai tanpa kekuatan untuk melawan.

Makna Perumpamaan "Bulu yang Dihamburkan"

Perumpamaan ini menunjukkan beberapa tingkatan makna. Pertama, **kerapuhan total**. Bulu yang ringan mudah terlepas dan dibawa oleh angin ke mana saja tanpa kendali. Ini menggambarkan betapa mudahnya mereka ditaklukkan dan dihilangkan dari eksistensi yang berkuasa. Kedua, **penghinaan**. Dibandingkan dengan kehancuran yang heroik, menjadi seperti bulu yang dihamburkan adalah simbol dari kehinaan dan ketiadaan nilai di hadapan kekuatan yang lebih besar. Mereka tidak memiliki pijakan yang kuat lagi.

Ayat ini menekankan bahwa kehancuran mereka bukan sekadar kekalahan militer, melainkan bentuk hukuman ilahi atas kezaliman dan pengingkaran mereka terhadap ayat-ayat Allah. Tindakan mereka telah melampaui batas, sehingga Allah menimpakan hukuman yang setimpal. Kata "tenggelamkan" (yang sering merujuk pada azab fisik seperti banjir besar atau ditenggelamkan di laut) menegaskan totalitas azab tersebut, yang mengakhiri keberadaan mereka secara mendadak dan menyeluruh.

Pelajaran Bagi Umat Nabi Muhammad

Meskipun ayat ini ditujukan pada generasi terdahulu, pesan utamanya bersifat universal dan abadi. Surat Al-Isra ayat 5 berfungsi sebagai peringatan tegas bagi umat Nabi Muhammad ﷺ agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Kehancuran bukanlah hasil dari kebetulan, melainkan konsekuensi logis dari perbuatan durhaka dan kerusakan (fasad) yang dilakukan secara berulang-ulang.

Kaum yang sombong, yang menganggap diri mereka kebal, atau yang menyebarkan kerusakan moral dan sosial, harus menyadari bahwa kenikmatan dan kekuasaan duniawi bersifat sementara. Ketika batasan-batasan ilahi dilanggar secara sistematis, siklus peringatan dan hukuman Ilahi selalu berlaku. Pelajaran pentingnya adalah perlunya introspeksi diri dan menjaga kebenaran ajaran, karena stabilitas peradaban sangat bergantung pada ketaatan kolektif terhadap prinsip keadilan dan moralitas yang ditetapkan.

Oleh karena itu, Surat 17 Ayat 5 ini menjadi pengingat bahwa kekuatan sejati bukanlah pada kekayaan atau jumlah pengikut, melainkan pada hubungan yang benar dengan Sang Pencipta. Kegagalan untuk menjaga hubungan ini pada akhirnya akan membuat sebuah bangsa—sekuat apa pun kelihatannya—rentan seperti bulu yang diterbangkan angin, mudah hilang tanpa bekas.

🏠 Homepage