Kualitas sperma merupakan faktor krusial dalam menentukan keberhasilan pembuahan dan kehamilan. Ketika pasangan mengalami kesulitan untuk memiliki anak, salah satu fokus utama pemeriksaan adalah mengevaluasi kondisi air mani atau semen. Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan penyebab sperma tidak bagus, mulai dari gaya hidup hingga kondisi medis tertentu.
Faktor Gaya Hidup dan Lingkungan
Gaya hidup sehari-hari memiliki dampak langsung yang signifikan terhadap produksi dan kualitas sperma. Kebiasaan yang buruk dapat menurunkan motilitas (pergerakan), morfologi (bentuk), dan jumlah sperma.
1. Pola Makan yang Buruk
Diet tinggi lemak jenuh, gula olahan, dan rendah antioksidan sering dikaitkan dengan penurunan kualitas sperma. Makanan cepat saji dan proses yang berlebihan dapat memicu stres oksidatif dalam tubuh, yang merusak sel sperma. Sebaliknya, asupan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan lemak sehat (seperti omega-3) mendukung produksi sperma yang lebih baik.
2. Suhu Skrotum yang Tinggi
Testis, tempat sperma diproduksi, membutuhkan suhu sedikit lebih rendah dari suhu tubuh inti. Kebiasaan yang membuat area skrotum terlalu panas menjadi salah satu penyebab sperma tidak bagus. Ini termasuk sering berendam air panas, menggunakan laptop langsung di pangkuan dalam waktu lama, atau mengenakan pakaian dalam yang terlalu ketat.
3. Paparan Toksin Lingkungan
Pria yang sering terpapar pestisida, logam berat (seperti timbal atau merkuri), dan bahan kimia tertentu (misalnya BPA pada plastik) berisiko mengalami penurunan kualitas sperma. Rokok dan konsumsi alkohol berlebihan juga merupakan racun kuat yang dapat mengganggu produksi hormon reproduksi dan merusak DNA sperma.
4. Stres dan Kurang Tidur
Stres kronis dapat mengganggu keseimbangan hormon yang diperlukan untuk spermatogenesis (proses pembentukan sperma). Selain itu, kualitas tidur yang buruk secara konsisten dapat memperburuk situasi ini.
Kondisi Medis yang Mempengaruhi Kualitas Sperma
Beberapa masalah kesehatan pria atau kondisi medis yang tidak terdiagnosis juga menjadi pemicu utama.
1. Varikokel
Varikokel adalah pembengkakan pembuluh darah vena di skrotum. Kondisi ini diperkirakan menjadi penyebab sperma tidak bagus yang paling umum pada pria yang mengalami infertilitas primer atau sekunder. Varikokel menyebabkan penumpukan darah dan peningkatan suhu di testis, yang menghambat produksi sperma.
2. Ketidakseimbangan Hormon
Hormon seperti Testosteron, FSH (Follicle-Stimulating Hormone), dan LH (Luteinizing Hormone) sangat penting untuk proses spermatogenesis. Gangguan pada kelenjar pituitari atau hipotalamus dapat menyebabkan kadar hormon yang tidak tepat, sehingga produksi sperma terganggu.
3. Infeksi dan Penyakit Menular Seksual (PMS)
Beberapa infeksi, seperti gondongan (mumps) yang terjadi setelah masa pubertas, atau infeksi pada epididimis dan testis (misalnya karena klamidia atau gonore), dapat menyebabkan penyumbatan atau kerusakan permanen pada saluran sperma dan produksi sperma.
4. Masalah Genetik
Kelainan kromosom, meskipun jarang, dapat menjadi penyebab sperma tidak bagus secara signifikan, seperti azoospermia (tidak adanya sperma) atau oligospermia parah (jumlah sperma sangat sedikit).
5. Pengobatan Tertentu
Beberapa obat-obatan, termasuk kemoterapi, terapi radiasi untuk kanker, penggunaan steroid anabolik (untuk binaraga), dan beberapa obat tekanan darah tinggi atau antijamur, dapat memiliki efek samping yang merugikan terhadap kualitas sperma.
Langkah Perbaikan yang Dapat Dilakukan
Memahami penyebab sperma tidak bagus adalah langkah pertama menuju solusi. Jika masalah teridentifikasi berasal dari gaya hidup, modifikasi sederhana sering kali memberikan hasil signifikan dalam beberapa bulan. Mengadopsi diet seimbang kaya antioksidan, mengelola stres, menjaga berat badan ideal, dan menghindari panas berlebih pada testis adalah perubahan mendasar yang dianjurkan. Konsultasi dengan dokter spesialis andrologi atau urologi sangat penting untuk diagnosis pasti dan penanganan kondisi medis yang mendasari.