Memahami Surat Al Hijr Ayat 33

QS 15:33 Penolakan Terhadap Kesombongan

Teks dan Terjemahan Surat Al Hijr Ayat 33

Surat Al-Hijr, ayat ke-33, adalah bagian dari kisah dialog antara Allah SWT dengan para malaikat mengenai penciptaan Nabi Adam AS, dan penolakan Iblis untuk bersujud kepadanya. Ayat ini secara tegas menggambarkan kesombongan dan penolakan Iblis yang berujung pada pengusirannya dari rahmat Allah. Memahami ayat ini memberikan pelajaran mendalam tentang bahaya keangkuhan.

قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ ۖ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِينَ

(Allah) berfirman: "Hai Iblis, apakah yang menghalangimu untuk bersujud kepada apa yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku? Apakah kamu menyombongkan diri atau (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi?"

Konteks Penurunan dan Kisah Iblis

Ayat ini merupakan inti dari dialog yang terjadi setelah Allah SWT memerintahkan seluruh malaikat untuk bersujud (memberi penghormatan) kepada Adam setelah penciptaannya. Semua malaikat segera melaksanakan perintah tersebut, kecuali Iblis. Iblis, yang pada saat itu bersama para malaikat karena statusnya yang tinggi dalam ibadah sebelum terjerumus kesombongan, menolak.

Allah SWT memanggil Iblis dan menanyakan alasan penolakannya. Pertanyaan ini bukan karena Allah tidak mengetahui alasannya, melainkan sebagai bentuk penetapan hujjah (bukti) atas kesalahan Iblis dan sebagai pelajaran bagi umat manusia tentang konsekuensi dari kesombongan. Allah menanyakan dua kemungkinan motif penolakan Iblis:

  1. "Apakah kamu menyombongkan diri?" (أَسْتَكْبَرْتَ): Apakah kamu merasa bahwa dirimu lebih mulia atau lebih layak untuk tidak tunduk kepada ciptaan baru ini?
  2. "Atau (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi?" (أَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِينَ): Apakah kamu merasa kedudukanmu, yang terbuat dari api, lebih superior daripada Adam yang terbuat dari tanah?

Makna "Diciptakan dengan Kedua Tangan-Ku"

Frasa "لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ" (kepada apa yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku) adalah salah satu sifat Allah (Shifatullah) yang harus diimani sebagaimana adanya, tanpa tasybih (menyerupakan dengan makhluk) dan tanpa ta'thil (menolak keberadaannya). Dalam konteks ayat ini, penggunaan kata "tangan" memiliki makna penekanan dan pemuliaan yang luar biasa terhadap Nabi Adam AS.

Para ulama menafsirkan bahwa penciptaan Adam dengan "kedua tangan Allah" menunjukkan keistimewaan khusus Adam dibandingkan seluruh makhluk lainnya. Adam diciptakan secara langsung oleh kehendak dan kekuasaan Allah tanpa melalui proses biologis seperti makhluk lainnya. Ini adalah penegasan kehormatan yang diberikan Allah kepada khalifah-Nya di bumi.

Dampak Fatal Kesombongan (Istikbar)

Jawaban Iblis, yang disebutkan pada ayat berikutnya (Al-Hijr ayat 34), mengonfirmasi bahwa motifnya adalah kesombongan. Iblis menjawab, "Aku tidak akan bersujud kepada manusia yang Engkau ciptakan dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam."

Surat Al Hijr ayat 33 mengajarkan bahwa kesombongan adalah penyakit spiritual yang paling dibenci Allah. Kesombongan membuat seseorang menolak kebenaran dan meremehkan perintah Ilahi, betapapun jelasnya perintah itu. Iblis, meskipun rajin beribadah selama ribuan tahun, hanya karena satu kali kesombongan dan perbandingan superioritas, ia dicabut dari kedudukan mulia dan diusir sebagai laknatullah.

Pelajaran Penting untuk Umat Manusia

Ayat ini menjadi cermin bagi umat manusia dalam menjalani kehidupan beragama dan sosial. Beberapa pelajaran utama yang dapat dipetik meliputi:

  1. Menghindari Perbandingan Diri: Jangan pernah membandingkan diri atau amal ibadah kita dengan orang lain, karena standar kemuliaan hanya di sisi Allah.
  2. Keutamaan Kerendahan Hati (Tawadhu): Kerendahan hati adalah kunci penerimaan amal dan rahmat Allah. Adam dimuliakan karena kehormatan dari Penciptanya, bukan karena atribut fisiknya semata.
  3. Bahaya Merasa Lebih Unggul: Baik itu superioritas karena keturunan, kekayaan, jabatan, atau ilmu, semua itu bisa menjadi pintu gerbang kesombongan seperti yang dialami Iblis.

Oleh karena itu, setiap kali kita membaca Surat Al Hijr ayat 33, kita diingatkan akan harga mahal yang harus dibayar oleh mereka yang menolak tunduk karena merasa lebih tinggi. Ketaatan tanpa pamrih terhadap perintah Allah adalah jalan keselamatan, sementara kesombongan adalah jalan menuju kehinaan abadi.

🏠 Homepage