Rangkaian surat-surat dalam Al-Qur'an, khususnya yang berada di bagian akhir Juz Amma dan permulaan Juz Tabarak, memiliki pesan moral dan spiritual yang mendalam. Mulai dari Surat Al-Humazah yang mengecam pengumpat dan pencela, hingga Surat Al-Zalzalah yang mengingatkan tentang hari kiamat, setiap surat menawarkan perspektif unik tentang kehidupan dunia dan pertanggungjawaban akhirat.
Surat Al-Humazah (Pengumpat) - (104)
Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, ia mengira hartanya itu dapat mengekalkannya. Sekali-kali tidak! Dia pasti akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah. Dan tahukah kamu apakah (neraka) Hutamah itu? (Itulah) api (azab) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke dada. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (sedang mereka itu) diikat pada palang-palang yang panjang.
Surat ini memberikan peringatan keras bagi mereka yang suka mencela, menghina, dan terlalu mencintai harta dunia. Mereka diancam dengan azab pedih di akhirat sebagai konsekuensi dari sifat buruk mereka di dunia.
Surat Al-Fil (Gajah) - (105)
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Tuhanmu telah melakukan terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung-burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang keras, sehingga Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (oleh ulat).
Kisah pasukan Abrahah yang hendak menghancurkan Ka'bah menjadi pelajaran penting tentang pertolongan Allah bagi kaum yang menaungi rumah-Nya. Kekuatan besar dapat dihancurkan oleh kuasa ilahi yang tak terduga.
Surat Quraisy - (106)
Karena kebiasaan orang Quraisy, yaitu kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas, maka hendaklah mereka menyembah Tuhan pemilik rumah (Ka'bah) ini. Yang telah memberi mereka makan dari kelaparan dan mengamankan mereka dari ketakutan.
Surat ini mengingatkan kaum Quraisy akan nikmat Allah berupa kemudahan perjalanan dagang dan keamanan di Makkah. Sebagai balasannya, mereka diperintahkan untuk beribadah hanya kepada Allah yang telah memberikan semua karunia tersebut.
Surat Al-Ma'un (Barang-Barang yang Berguna) - (107)
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka celakalah orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan memberikan pertolongan.
Pelajaran utama dari surat ini adalah bahwa ibadah ritual (shalat) tidak ada artinya jika disertai dengan pengabaian terhadap hak sesama, terutama anak yatim dan orang miskin, serta sifat riya dan enggan menolong.
Surat Al-Kautsar (Nikmat yang Banyak) - (108)
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).
Al-Kautsar sering ditafsirkan sebagai sungai di surga atau banyaknya kebaikan yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagai respons, umat diperintahkan untuk bersyukur melalui shalat dan berkorban, serta tidak peduli terhadap kebencian orang lain.
Surat Al-Kafirun (Orang-Orang Kafir) - (109)
Katakanlah (wahai orang-orang kafir): Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak (pula) menyembah apa yang aku sembah. Bagimu agamamu, dan bagiku agamaku.
Surat ini menegaskan prinsip pemisahan tegas dalam hal akidah dan ibadah antara muslim dengan orang kafir. Tidak ada kompromi dalam tauhid.
Surat An-Nasr (Pertolongan) - (110)
Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, maka bertasbihlah memuji Tuhanmu dan mohon ampunlah kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.
Surat ini merupakan kabar gembira tentang penaklukan Makkah dan tersebarnya Islam. Sebagai respons atas kemenangan tersebut, perintah utamanya adalah meningkatkan amal ibadah dan istighfar.
Surat Al-Lahab (Gejolak Api) - (111)
Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan (pasti) ia pun akan binasa. Hartanya dan apa yang telah ia usahakan tidak dapat menolongnya. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
Surat ini secara spesifik ditujukan kepada Abu Lahab, salah satu penentang keras dakwah Nabi Muhammad SAW, yang menunjukkan bahwa kebencian dan permusuhan terhadap kebenaran akan berakhir dengan kerugian abadi.
Surat Al-Ikhlas (Memurnikan Keimanan) - (112)
Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.
Surat ini adalah fondasi utama tauhid, mendefinisikan keesaan Allah SWT secara mutlak, meniadakan segala bentuk persekutuan atau perbandingan dengan-Nya.
Surat Al-Falaq (Waktu Subuh) - (113)
Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai Subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.
Surat ini mengajarkan pentingnya memohon perlindungan kepada Allah dari segala macam keburukan yang tampak maupun tersembunyi, termasuk sihir dan hasad dengki.
Surat An-Nas (Manusia) - (114)
Katakanlah: Aku berlindung kepada pemelihara manusia, Raja manusia, Tuhan (pemilik) manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.
Surat penutup Al-Qur'an ini melengkapi perlindungan dengan berlindung dari bisikan jahat (waswas) yang datang dari jin maupun manusia.
Surat Al-Zalzalah (Kegoncangan) - (99)
Apabila bumi diguncangkan dengan goncangan yang dahsyat, dan bumi mengeluarkan isi beratnya, dan manusia bertanya: "Ada apa dengan bumi ini?" Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya, karena sesungguhnya Tuhannya telah memerintahkannya. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok untuk diperlihatkan kepada mereka (akibat) perbuatan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat hasilnya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat hasilnya.
Al-Zalzalah memberikan gambaran visual dan menakutkan tentang goncangan hari kiamat. Pesan utamanya adalah bahwa tidak ada perbuatan, sekecil apa pun, yang luput dari perhitungan Allah SWT.
Memahami dan merenungkan ayat-ayat dari Al-Humazah hingga Al-Zalzalah memberikan panduan komprehensif. Mulai dari etika sosial (Al-Humazah, Al-Ma'un), sejarah pertolongan Ilahi (Al-Fil, An-Nasr), kemurnian tauhid (Al-Ikhlas), permohonan perlindungan (Al-Falaq, An-Nas), hingga peringatan tentang pertanggungjawaban mutlak di akhir zaman (Al-Zalzalah), semuanya membentuk kerangka iman yang kokoh.